Kampanye Perdamaian, Aksi 'I Am A Muslim Too' Sukses Digelar di New York

gomuslim.co.id- Bersatunya dukungan dan solidaritas masyarakat non Muslim di Amerika terhadap fenomena Islamphobia dan anti Muslim membuat suatu gerakan yang diberi nama “I Am A Muslim Too” di New York pada, Minggu (19/02/2017).

Lebih dari 1.000 orang memenuhi New York Times Square sambil melambaikan bendera Amerika, mereka memegang tulisan-tulisan protes untuk meniadakan larangan Muslim.

Pada aksi tersebut hadir pula legenda Hip Hop Russell Simmons menjadi partisipan dalam aksi tersebut, ia mengatakan, komunitas Muslim telah digunakan sebagai kambing hitam, tetapi ia meyakini keberagaman akan menang. Dirinya bergabung dengan tokoh-tokoh agama seperti Imam Shamsi Ali dari Jamaika Muslim Center.

"Kita hidup dalam waktu ketika kesatuan akan membuat Amerika besar, ini adalah momen spesial semua orang Amerika bersatu, promosikan kasih sayang dan kesetaraan bagi orang lain, serta diri sendiri," ujar Simmons seperti yang dilansir oleh publikasi USA Today, Senin (20/02/2017).

Dengan menggandeng Simmons, Imam Shamsi Ali, merupakan pencetus ide utama dari New York City Muslim Day Parade, yang digelar pada musim gugur lalu. Ia merupakan tokoh asal Indonesia, yang merupakan Imam dari Masjid Al Hikmah di New York.

Sedangkan pada aksi “Today I Am A Muslim Too” tahun 2010 Presiden FFEU Rabbi Marc Schneier yang menjadi inisiator merasa semua masyarakat harus bergabung di persimpangan jalan paling terkenal di dunia. Hal tersebut bertujuan untuk menumbuhkan sikap kolektif bersama.

"Setiap kali saudara-saudara Muslim saya dianggap setan dan difitnah, didiskriminasi atau jadi korban kejahatan kebencian dan kekerasa, hari ini, saya seorang Muslim juga," imbuh Scheiner.

Aksi berselang sehari selang pawai besar di pusat kota Los Angeles itu, diisi dengan ribuan aktivis yang berbaris menentang serangan kebijakan imigrasi. Mereka menuntut langkah konkret untuk membatalkan kebijakan Presiden Trump.

Hadirnya Donald Trump  di kancah perpolitikan Amerika menjadi salah satu hikmah terbesar. Dengan adanya berbagai konsekuensi buruk di Amerika, mampu menumbuhkan empati dan solidaritas tinggi dari masyarakat Amerika secara luas. Dari kalangan pejabat yang secara politik berseberangan dengan Donald Trump, khususnya mereka yang berafiliasi dengan Partai Demokrat, hingga kepada pebisnis seperti pemilik Facebook, pimpinan agama termasuk Yahudi, pengamat dan ahli, masyarakat Hollywood, hingga kepada masyarakat luas. 

Rally dan demonstrasi terjadi di mana-mana, mulai dari sudut-sudut jalan, kantor-kantor pemerintahan, bandara, hingga ke Gedung Putih dan Kongres pada umumnya diinisiasi dan diramaikan oleh teman-teman Amerika non Muslim. Mungkin yang unik disebutkan di sini adalah keterlibatan masyarakat Yahudi membela hak-hak Muslim di berbagai kesempatan. (nat/dbs)

 


Back to Top