Ini Cerita Dubes China Tentang Kehidupan Muslim di Negaranya

gomuslim.co.id- China merupakan salah satu Negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia. Di antara populasi besar itu, sebagian dari mereka adalah pemeluk agama Islam. Masyarakat muslim di Negeri Tirai Bambu ini juga memiliki keistimewaan khusus dibanding yang lainya.

Demikian disampaikan Dubes China Xie Feng saat menemui Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/02). Dalam pertemuan itu banyak hal-hal yang dibahas, salah satunya tentang masyakarat muslim.

"Saat ini di China terdapat jutaan orang warga negara merupakan muslim. Bahkan, sebagian dari mereka adalah etnis minoritas yang ada di China. Mereka tinggal di daerah otonom. Dan ada kebijakan yang mengistimewakan warga muslim," kata Xie Feng.

Ia mengatakan salah satu kebijakan itu ialah kebijakan ambang batas warga muslim yang ingin masuk kuliah mendapatkan akses yang lebih mudah dari warga biasa. Selain itu, konstitusi China menjamin hak kebebasan beragama dan benar-benar dilindungi.

"Mereka dijamin undang-undang untuk berpartisipasi di kebijakan. Mereka punya organisasi untuk menyuarakan pendapat. Bahkan ada beberapa warga muslim yang duduk di People Political Consultative Conference, seperti DPR milik Indonesia. Mereka terlibat dan memiliki hak pilih dalam setiap perumusan kebijakan," papar Xie Feng.

Lebih lanjut, Xie Feng mengatakan saat ini ada 33 ribu masjid yang berdiri dan memiliki sekitar 45 ribu imam. Bahkan di Beijing, menurut Xie Feng, ada komunitas muslim yang sangat besar, bahkan masjid di pusat kota Beijing adalah yang terbesar di China. "Tempat tersebut sering dikunjungi oleh para pemimpin dan turis dari luar negeri. Mereka berkunjung ke masjid, dan bersantap di restoran halal, dan mereka menyukainya," ujarnya.

Ia menambahkan di tempatnya bekerja, seperti di Kementerian Luar Negeri, muslim memiliki tempat makan khusus. Ia merasa muslim China memiliki kesetaraan hak dan kebebasan memeluk agamanya. "Mereka (muslim China) sangat ingin terus berpartisipasi untuk membangun negeri kami," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Xie Feng juga berniat mengundang ulama Muslim Indonesia berkunjung ke negaranya guna berdialog dengan kaum Muslim di sana. Xie Feng menyebut terdapat 21 juta warga Muslim di China. Ia menegaskan bahwa umat Islam telah mendapatkan hak beragama di negaranya.

Menurut Xie Feng, umat Muslim China dan Indonesia adalah saudara. "Sekira 21 juta Muslim China adalah saudara dan teman baik. Indonesia dan China adalah good partner and good neighborhood," tambah Xie Feng.

Menanggapi undangan tersebut, Nashir balik mengundang Dubes Xie Feng untuk mengunjungi beberapa Universitas Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia. "Ulama Muhammadiyah diundang untuk pergi ke China guna berkomunikasi dengan lembaga-lembaga Islam di sana dan untuk lebih tahu tentang kebijakan China bagi umat beragama khususnya Muslim," ujar Nashir. (njs/dbs)

 


Back to Top