Belajar Keuangan Syariah, Rusia Kunjungi Islamic Development Bank Arab Saudi

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah kini mulai dirasakan dampaknya di berbagai belahan dunia. Tidak terkecuali di sektor perbankan. Salah satu Negara yang kini sedang gencar mengembangkan keuangan syariah adalah Rusia. Negara bagian timur Benua Biru itu semakin kepincut setelah melihat pertumbuhan keuangan islam global yang semakin fenomenal di tanah Eropa.

Baru-baru ini, Negara berjuluk Beruang Merah ini mengunjungi Islamic Development Bank (IDB) yang berbasis di Jeddah, Arab Saudi. President of Moscow Industrial Bank, Abubakar Asmarkof mengatakan  tujuan utama kedatangannya adalah untuk mengenalkan sistem keuangan islam dan menerapkannya di Rusia.

“Rusia berharap bisa mengimplementasikan sistem keuangan syariah di sektor perbankan, dimana ada 25 juta muslim yang tinggal disana,” ujarnya sebagaimana publikasi dari Saudi Gazette awya, Senin (20/02/2017).

Lebih lanjut, Asmarkof mengatakan pemerintah Rusia siap untuk menerapkan sistem keuangan syariah, namun perbankan tetap memerlukan mekanisme keuangan syariah. 25 juta orang Muslim di Rusia bisa dijadikan sebagai target pasar keuangan syariah. “Kami memerlukan contoh yang berhasil menerapkan keuangan syariah di perbankan dan itu adalah IDB,” katanya.

Menurut Abubakar, saat ini memang belum ada aturan perundang-undangan yang dapat memfasilitasi perbankan islam di Rusia. Namun, Pemerintah Rusia sudah siap untuk menerapkan keuangan islam sejak awal dan para pejabat perbankan telah diminta untuk mengajukan atau mengusulkan mekanismenya kepada pemerintah.

Abubakar menambahkan di industri perbankan Rusia, ada tujuh ribu karyawan yang bekerja di 260 cabang bank yang menyediakan produk dan jasa perbankan. Pasar industri perbankan Rusia adalah industri, konstruksi, dan pertanian. Ke depannya, perbankan Rusia juga ingin merilis kartu debit untuk Haji.

Rusia ingin mengembangkan kemitraan dengan IDB untuk menumbuhkan industri keuangan islam di negara tersebut. Di sisi lain, industri manufaktur Rusia sudah mulai bergerak ke arah industri halal dan memiliki investasi yang diperkirakan mencapai 100 juta dolar AS. Abubakar mengatakan produk halal populer di kalangan non muslim karena dinilai memiliki kualitas yang tinggi.

Presiden IDB, Bandar Hajjar, mengatakan pihaknya mengkaji metode yang bisa diterapkan untuk perbankan syariah di Rusia setelah melengkapi dari aspek legal dan isi organisasi kerja sama dengan Bank Sentral Rusia. "Kami sedang mempelajari metode yang dapat diterapkan di bank syariah Rusia, tentunya hal ini dapat berjalan setelah selesainya penetapan aturan hukum yang legal dari Bank Sentral Rusia," ujarnya.

Hajjar menambahkan, Pemerintah Rusia dan Bank Semtral Rusia memiliki keinginan yang kuat untuk menumbuhkan industri keuangan syariah. Mereka juga meminta IDB agar melakukan pelatihan kepada para pejabat perbankan dan memberikan beasiswa untuk mempersiapkan sumber daya insani yang mumpuni di industri keuangan syariah.

Sementara itu, IDB telah menyetujui kerja sama pendidikan di Rusia dengan nilai 7,4 juta dolar AS di 29 lembaga pendidikan, diantaranya Universitas Islam di Moskow, Universitas Islam di Kazan, Islamic Institute and Medical Polyclinic di Saratov, dan Islamic Institutes di Dagestan.

Sekadar informasi, kedatangan delegasi Rusia ke IDB ini bertujuan untuk berkolaborasi tentang wakaf dan memperkuat sistem keuangan syariah di Rusia. Tujuan lainnya adalah mencari kesempatan investasi antara IDB dan Industri Perbankan Moskow serta membuat lapangan pekerjaan untuk kalangan muda. (njs/dbs)


Back to Top