Bekraf Ajak Perbankan Syariah Salurkan Permodalan untuk Industri Kreatif

gomuslim.co.id- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan program Bekraf Financial Club (BFC) dengan mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dan sumber modal dari perbankan. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada perbankan mengenai model bisnis ekonomi kreatif sehingga perbankan dapat membuat skema pembiayaan yang sesuai bagi pelaku ekonomi kreatif.

BFC akan dilaksanakan secara berkala dengan menghadirkan pelaku ekonomi kreatif dari 16 sub sektor dan mengundang perbankan sebagai peserta. Perwakilan pelaku ekonomi kreatif akan memaparkan secara rinci sub sektor yang digelutinya dengan model pembiayaan yang diharapkan bisa didapat dari perbankan.

“BFC pertama kali diselenggarakan pada (16/02) dengan menghadirkan pelaku ekonomi kreatif dari sub sektor film dan animasi. Kami berharap, perbankan akan lebih memahami model bisnis ekonomi kreatif dari dua sub sektor tersebut dan mempunyai keyakinan untuk menyalurkan pembiayaan yang sesuai, baik melalui pinjaman maupun kredit,” ucap Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo.

Ody Mulya, pendiri perusahaan film Maxima Pictures sebagai salah satu narasumber dari sub sektor film mengungkapkan bahwa perbankan perlu mengetahui kelayakan film yang bisa dibiayai. Ia menginformasikan jika produser berperan dalam mempromosikan dan menjual film. Produser bisa mempekerjakan pihak ke tiga untuk mencari sponsor dan mendukung pembiayaan film.

 “Rantai bisnis film dari produser dan pihak luar pencari sponsorship, misalnya marketing film,” ujar Ody saat rapat persiapan penyelenggaraan BFC di Gedung Kementerian BUMN.

Ardian Elkana, Ketua Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (AINAKI) mengatakan bahwa satu film animasi bisa menggandeng 30 orang animator. “Sub sektor animasi bekerjasama dengan pihak asing untuk menghasilkan karya bersama saat co-production. Waktu produksi bisa mencapai 12 bulan dan co-production 18 bulan,” ucapnya saat rapat persiapan penyelenggaraan BFC di Gedung Kementerian BUMN.

 

Nota Kesepahaman

Bekraf menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bank BNI Syariah di Hotel Arion Swiss Bell hari ini (21/02). MoU ini adalah kesepakatan Bekraf dengan BNI Syariah untuk bekerjasama dalam pemanfaatan  produk dan jasa layanan perbankan bagi pengembangan usaha pelaku ekonomi kreatif.

“Penandatanganan MoU ini bertujuan menggalang sinergi dan potensi Bekraf dan BNI Syariah, yaitu BNI Syariah memberikan layanan pemberian pembiayaan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif dibawah binaan Bekraf dan Bekraf menyediakan edukasi terkait akses perbankan syariah  kepada pelaku usaha ekonomi kreatif,” ungkap Kepala Bekraf Triawan Munaf.

MoU ini ditandatangani oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono. Kerjasama terkait penyediaan produk dan jasa layanan perbankan antara Bekraf dan BNI Syariah yang berlaku satu tahun sejak ditandatangani ini, diharapkan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.


Back to Top