Jaring Dana Pihak Ketiga, Dua Bank Syariah Ini Genjot Pematangan Program Laku Pandai

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah di Tanah Air terus berkembang. Sejumlah upaya pun dilakukan demi mendapat tempat di hati masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengembangkan Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laku Pandai.

Pematangan rencana ini dilakukan untuk efisiensi biaya pengembangan infrastruktur dan memberbesar peluang menjaring dana pihak ketiga (DPK) bagi perbankan. Baru-baru ini, ada dua bank syariah yang mencoba menggarap pematangan program Laku Pandai. Kedua bank tersebut adalah BNI Syariah dan BCA Syariah yang menargetkan akan meluncurkan program ini pada pertengahan 2017.

BNI Syariah misalnya yang berencana meluncurkan Laku Pandai pada akhir semester I-2017. "Laku Pandai proses perizinan dari OJK sudah sejak 2016, tapi OJK ingin penyempurnaan, kurang lebih targetnya pertengahan tahun selesai," kata Kepala Divisi Transaksi BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari, Selasa (21/2/2017).

Sebelumnya, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk ini menargetkan, dapat memiliki 500 hingga 700 agen Laku Pandai usai memperoleh izin. BNI Syariah akan membidik nasabah di perumahan, pasar, serta komunitas untuk menggenjot DPK.

Dengan Laku Pandai ini, pihaknya nanti akan melakukan ekspansi melalui mitra tanpa harus melakukan ekspansi kantor cabang. Laku Pandai ini akan diarahkan untuk menghimpun tabungan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) serta untuk mendorong keuangan inklusif (financial inclusion).

Pemain lain, BCA Syariah juga mengaku tengah menggodok Laku Pandai. Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih menyebut, saat ini, proses tersebut sudah sampai tahap finalisasi dan diharapkan dapat meluncur pada semester II-2017. "Perkiraan kami di semester kedua ya, kalau infrastruktur teknologi sedang finalisasi untuk testing dan penyempurnaan," ujar John.

John Kosasih menjelaskan pihaknya sedang mempersiapkan infrastruktur teknologi untuk produk ini. Apabila telah siap, maka produk ini akan dipasarkan dengan bantuan induk yakni Bank BCA. "Rencana akan bersama dengan BCA untuk memasarkan program tersebut," tambahnya.

Menurut John saat ini infrastruktur teknologi sedang dalam tahap finalisasi untuk percobaan dan penyempurnaan. Nantinya produk ini akan dipasarkan terlebih dahulu di Pulau Jawa. Selain itu, kata dia, jika diluncurkan, BCA Syariah akan lebih dulu menjangkau kawasan di Pulau Jawa. Menurutnya, lewat ekspansi tersebut pihaknya dapat meningkatkan DPK sebesar 18% pada tahun ini. Asal tahu saja, per Januari 2017, BCA Syariah berhasil menghimpun DPK sebesar Rp 3,87 triliun atau naik 21,11% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp 3,19 triliun.

Sementara, Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Deden Firman Hendarsyah mengatakan, hingga kuartal I-2017, baru dua bank syariah yang terdaftar mengikuti Laku Pandai. Bank syariah tersebut yakni PT Bank BRI Syariah dan PT Bank BTPN Syariah. "Belum ada (yang mengajukan), baru BRI Syariah dan BTPN Syariah yang sudah memiliki Laku Pandai," ujar Deden, Senin (20/2).

Deden berharap produk ini akan segera dikembangkan oleh bank syariah lainnya dalam rangka mendorong inklusi keuangan. "Laku Pandai belum ada yang mengajukan lagi. Mudah-mudahan secepatnya. Baru ada dua bank, BRI syariah dan BTPN Syariah," kata Deden.

Sekadar informasi, dalam situs resmi OJK tercatat hingga September 2016, jumlah bank penyelenggara Laku Pandai sebanyak 14 Bank Umum Konvensional dan dua Bank umum Syariah. Sementara jumlah agen tercatat sebanyak 160.490 agen dengan total nasabah mencapai 1,94 juta nasabah. Serta jumlah outstanding tabungan mencapai Rp 93 miliar tersebar di 34 provinsi. (njs/dbs)

 


Back to Top