Pulau Bali Jadi Pilihan Destinasi Liburan Raja Salman Pasca Lawatan Kenegaraan di Jakarta

gomuslim.co.id- Agenda lawatan Kerajaan Arab Saudi yang di pimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia. Selain melakukan serangkaian kegiatan kenegaraan, Raja Arab Saudi bersama rombongannya juga akan berlibur ke Pulau Bali.

Sekretaris Kabinet Pranomo Anung mengatakan Raja Salman akan tiba di Indonesia pada 1 Maret 2017 dan kunjungan berakhir pada 9 Maret 2017. Kegiatan kenegaraan akan dijalani Raja Salman beserta rombongan mulai 1 hingga 3 Maret, sisanya digunakan untuk berlibur ke Bali.

"Kunjungan secara kenegaraan yaitu tanggal 1 sampai 3, sedangkan tanggal 4 sampai, Raja Salman akan ada di Bali untuk beristirahat," ungkap Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/02/2017).

Sementara itu, kunjungan ke Indonesia merupakan yang pertama bagi Raja Salman. Sebelumnya Raja Faisal pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 1970.

"Kunjungan ini akan membawa rombongan terbesar kurang lebih 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran," kata Pramono.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Luar Negeri Abduurahman Mohammad Fachir mengatakan, keberadaan Raja Salman bersama rombongan di Bali jangan hanya dilihat sebagai liburan belaka. Kehadiran itu merupakan bagian dari promosi besar untuk wisata Indonesia.

"Itu sesuatu promosi luar biasa dan Indonesia adalah rangkaian. Jadi rangkaian kegiatan kunjungan Raja Saudi ke Asia dan Indonesia paling lama. Ini juga adalah promosi tersendiri dan mudah-mudahan itu justru akan memperbanyak nanti turis-turis dari middle east (Timur Tengah) datang," papar Fachir.

Menurut data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah meningkat di bulan Agustus 2012. Negara Uni Emirat Arab memberi kontribusi pertumbuhan jumlah kunjungan wisman sebesar 128,5%, Arab Saudi sebesar 84,4 %, Mesir sebesar 33,9 % dan Bahrain sebesar 33,3 %.

Di Dubai dengan penduduk 4 juta orang, penduduk Arabnya hanya 300.000 orang, untuk membidik ekspatriat biasanya wistaa di Indonesia menawarkan jenis jenis wisata minat khusus seperti diving, surfing, ekowisata dan jenis petualangan. Mereka tidak terlalu suka wisata belanja tapi orang Arab suka sekali jadi kita membidik beragam segmen turis.

Fakta menunjukkan bahwa Timur Tengah kini menjadi pasar potensial bagi Indonesia. Mengingat pertumbuhan wisman  UAE ke Indonesia saja naik 80%. Negara-negara di Timur Tengah sedang mencari pasar baru, karena mereka tidak lagi melirik Mesir. Selain Bali,  Jakarta dan Puncak menjadi dua destinasi favorit di Indonesia 

Promosi yang kuat untuk negara-negara di Timur Tengah adalah word of mouth, jika ada orang yang merasa senang wisata di Indonesia, dia akan cerita ke teman-temannya. Sementara itu Bali masih menjadi destinasi utama wisatawan Timteng. 

Sedangkan karakteristik wisatawan Timur Tengah, biasanya menyukai bepergian dalam waktu yang lama yaitu minimal 6 hari. Selain itu mereka juga membawa keluarga besar saat berwisata bahkan sampai membawa pembantu dan supirnya. Ada juga yang  datang sampai puluhan orang jalan bersama saat berwisata.

Mereka memang banyak menuntut tapi tak segan-segan mengeluarkan uang yang banyak saat berwisata. Keuntungan dari menjaring wisatawan Timteng adalah jika mereka sudah sekali saja merasa puas dengan suatu destinasi wisata, mereka tidak akan ragu untuk datang kembali ke destinasi tersebut. (nat/dbs/foto: agoda)

Baca juga:

Menteri Haji Saudi Dampingi Kunjungan Raja Salman ke Indonesia, Kemenag RI Siap Sodorkan MoU Haji


Back to Top