Milad Masjid Istiqlal

Jadi Warisan Budaya, Inilah Pameran Arsip Sejarah Istiqlal

gomuslim.co.id- Masjid Istiqlal tidak hanya sebagai tempat ibadah bagi umat Islam. Lebih dari itu, Masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara ini menjadi pusat peradaban dan cagar budaya yang menjadi warisan bangsa. Kehadiran masjid ini sekaligus menjadi simbol kemerdekaan bangsa Indonesia yang bersatu dalam bingkai kebhinekaan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid saat peringatan Milad Masjid Istiqlal dan pembukaan pameran di Taman Selasar Istiqlal Jakarta, Rabu (22/2/2017). “Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk mengangkat kembali peran Masjid sebagai pusat peradaban umat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hilman menuturkan pada tahun 2018 nanti, pihaknya akan mengupayakan gelaran Festival Istiqlal bertaraf internasional. Kegiatan tersebut nantinya menghadirkan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI). “Tahun ini, baru kami rumuskan kerangkanya," katanya.

Menurutnya, keberadaan Istiqlal sebagai mesjid monumental dan bersejarah amat strategis dan vital. Karena itu pemerintah akan mengembalikan lagi Masjid Istiqlal sebagai pusat kebudayaan. “Meski dengan persiapan yang sangat singkat. Tapi Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon cukup baik dari masyarakat. Kita bersama-sama untuk memakmurkan masjid. Merawat cagar budaya warisan bangsa,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kurator Pameran Arsip Sejarah Istiqlal, Mohammad Nanda Widyarta dan Farid Rakun menuturkan pameran tersebut sesungguhnya ingin menampilkan tentang bagaimana Masjid Istiqlal ini dibangun dan untuk tujuan apa. Menurutnya, masjid ini didirikan bukan sekedar tempat ibadah. Tetapi juga sebagai pusat kemanusiaan.

“Di sisi lain, yang menarik arsitek Masjid Istiqlal ini adalah arsitektur modern yang menjadi identitas nasional yang dibangun pasca kemerdekaan. Desain ini merepresentasikan Indonesia sebagai entitas modern dan progresif," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Warisan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Nadjamuddin Ramly mengatakan pameran arsip istiqlal ini menampilkan dokumentasi, gambar, dan foto-foto sejarah Istiqlal yang belum pernah dimuat media mana pun. Nantinya, perayaan ini akan dinamakan Festival Istiqlal sebagai bentuk kembalinya kebinekaan yang menjadi dasar tumbuhnya keberagaman di Indonesia.

"Diharapkan dengan adanya perayaan ini dapat menjawab tugas yang diemban Pemerintah Indonesia untuk menguatkan rasa kebinekaan, rasa saling pengertian dan toleransi antarumat beragama, serta menimbulkan kesadaran jati diri bangsa Indonesia," pungkas Najamuddin.

Untuk diketahui, dalam pameran ini berlangsung pada 22 sampai 27 Februari 2017. Panitia menampilkan arsip mengenai sejarah pembangunan Masjid Istiqlal yang sumbernya dari Arsip Nasional RI dan Perpustakaan Nasional. Selain itu, ada juga koleksi dari direktorat-direktorat dan UPT di Ditjen Kebudayaan seperti Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) yang menampilkan koleksi kerajaan-kerajaan Islam Nusantara.

Selanjutnya, dari Direktorat Sejarah yang menampilkan Buku dan Video Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia. Lalu dari Galeri Nasional yang menghadirkan lukisan dan kaligrafi dari seniman dalam dan luar negeri (Arab Saudi dan Qatar). Dan terakhir dari Museum Nasional yang menyuguhkan Replika Cogan dari Kesultanan Riau Lingga, Replika Mahkota Kesultanan Banten, Replika Nisan atau Prasasti Minje Tujoh dari masa Kesultanan Aceh dan Miniatur Masjid di Jawa Tengah. (njs)


Back to Top