Sekolah di New York Resmi Tetapkan Hari Raya Idul Fitri Sebagai Libur Nasional pada 2018

gomuslim.co.id- Keinginan Dewan Sekolah Valley Stream Central High School, New York untuk menetapkan hari raya Idul Fitri sebagai hari libur sekolah akhirnya terwujud. Penerapan ini akan berlaku pada 2018 mendatang.

Adanya pemberlakukan tersebut menjadi sebuah angin segar bagi umat Muslim di AS. Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Dewan Sekolah, Cristobal Stewart, dirinya mengaku penetapan hari raya umat Islam sebagai hari libur sekolah berkat dukungan masyarakat. Selain itu, adanya retorika Trump tentang Muslim dan penetapan perintah eksekutif   membuat kebijakan sekolah menjadi lebih penting.

"Adalah penting untuk kita membuat pernyataan tentang toleransi beragama dan pengakuan dari keanekaragaman positif dalam masyarakat, termasuk keragaman komunitas Muslim kami," pungkas Stewart seperti yang dilansir oleh publikasi newsday.

Lebih lanjut, Stewart menjelaskan sedikitnya 25 persen siswa di beberapa sekolah distrik adalah Muslim. Menurutnya, Muslim setempat memberi kontribusi berharga di kehidupan masyarakat Valley Stream. Kontribusi Muslim ini menjadi kontras dengan retorika penuh kebencian yang datang dari pemerintah.

“Dengan ditetapkannya hari libur ini maka terjadi kesetaraan dalam bermasyarakat,” ujar salah seorang warga Valley Stream yang turut memperjuangkan penetapan hari libur ini.

Tak hanya alasan toleransi, penetapan Idul Fitri sebagai hari libur sekolah karena banyak siswa yang memutuskan untuk tidak masuk sekolah saat merayakan hari raya. Namun, pihak sekolah mengakui diskriminasi terhadap siswa Muslim masih sering terjadi.

Siswa Muslim masih sering dilecehkan atau diancam dengan kekerasan. Sementara itu pihak sekolah masih berusaha untuk menyelesaikannya. Sehingga tidak ada lagi kebencian yang muncul di sekolah.

Selain menetapkan Idul Fitri sebagai hari libur, pihak sekolah juga menetapkan hari raya umat Hindu sebagai libur sekolah. 

Penetapan kebijakan libur hari raya Islam ini diambil menyusul diberlakukannya kebijakan serupa beberapa tahun sebelumnya di beberapa kota seperti Burlington, Cambridge, Dearborn, Michigan, Frederick County, Paterson dan South Brunswick, dan Waterbury. Di beberapa kota tersebut, seluruh pelajar diliburkan untuk memperingati hari raya Islam.

Sebelum kebijakan ini berlangsung, para pelajar Muslim kerap memilih absen masuk ke sekolah. Hal tersebut lantaran mereka tidak memiliki kesempatan merayakan hari raya bersama keluarga.

Ada sebanyak 1 dari 10 pelajar di New York beragama Islam. Hal ini berdasar pada kajian yang dilakukan Universitas Columbia pada 2008 silam.

"Hari libur Kristen hampir selalu ada karena mayoritas adalah pemeluk Kristen, setidaknya di masa awal tahun ajaran baru," ujar Direktur Pusat Kebebasan Beragama pada Institut Newseum, Charles C Haynes.

Adanya keadilan untuk menetapkan hari libur keagamaan memberikan pesan tidak hanya pada pelajar Muslim dan Yahudi saja. Ini memberikan pesan bagi seluruh masyarakat bahwa antar umat beragama butuh toleransi. (nat/dbs)

 


Back to Top