Kini Pemerintah Turki Beri Izin Tentara Perempuan Berhijab Saat Bertugas

gomuslim.co.id- Behijab merupakan kewajiban bagi setiap muslimah. Hal ini tidak terlepas dari apapun profesi yang sedang dijalaninya. Namun demikian, di beberapa Negara hijab ini dilarang bagi sebagian profesi yang berkaitan dengan pemerintahan. Salah satunya adalah Turki. Sejak menjadi Negara sekuler, pemerintah Turki tidak mengizinkan bawahannya menggunakan hijab selama bertugas.

Baru-baru ini, pemerintah Turki menghapus larangan pemakaian hijab di militer. Atas penghapusan itu, artinya pemerintah mengizinkan penggunaan hijab sebagai bagian dari seragam militer. Ini adalah institusi terakhir yang menjalani penghapusan larangan tentang hijab.

“Setiap wanita yang mengabdi di angkatan bersenjata kini dibolehkan memakai penutup di kepala di bawah topi atau baret namun harus berwarna yang sama dengan seragam dan tanpa motif," demikian regulasi terbaru kementerian pertahanan yang diumumkan, sebagaimana publikasi dari Al-jazeera, Rabu (22/02/2017).

Aturan tersebut dinyatakan mulai berlaku sejak regulasi tersebut diumumkan ke publik. Pencabutan penggunaan jilbab pertama kali dilakukan untuk mahasiswa di sejumlah kampus dan universitas pada 2010. Kemudian berlanjut pada 2013 untuk siswa dan sekolah menengah setahun berikutnya. Baru pada 2016, AKP mencabut larangan penggunaan hijab di lingkungan kepolisian.

Militer Turki selama ini dikenal sebagai pelindung sekular di negara tersebut. Para politikus negara tersebut berusaha keras agar larangan jilbab di sektor publik yang berlangsung selama beberapa dekade dicabut.

Kebijakan ini diambil pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan setelah negara itu mengubah negaranya menjadi sekuler. Sejumlah penampilan atau kegiatan berkaitan dengan keagamaan dilarang, terutama untuk kantor-kantor publik.

Selain itu, kebijakan ini dilakukan berkat kerja keras partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) menghapus larangan berhijab di dunia militer. Peraturan tersebut pertama kali diterapkan pada 1980an. Erdogan berargumen bahwa larangan itu menyatakan ketidakbebasan dari masa lalu.

Kebijakan ini pun terus jadi perdebatan selama beberapa tahun kebelakang. Para sekularis menyebut kerudung sebagai simbol agama konservatif. Mereka juga menuduh Erdogan mendorong agenda-agenda Islami. Ia mengubah sekolah-sekolah jadi tempat religius sebagai bagian untuk mencetak generasi-generasi Islam.

Kontributor BBC, Mark Lowen di Istanbul mengatakan kubu sekuler Turki saat ini merasa dikucilkan. Mereka menuduh pemerintah hanya untuk kaum konservatif dengan basis dukungan religius.

Pihak konservatif menyebut larangan simbol keagamaan telah melanggar kebebasan ekspresi individu. Kebijakan baru ini telah membuat sejumlah personil militer perempuan langsung mengenakan hijab.

Seorang kritikus Erdogan telah lama menuduh presiden menggerogoti pilar sekuler Turki modern seperti yang disiapkan oleh pendirinya Mustafa Kemal Ataturk ketika ia mendirikan Republik Turki pada tahun 1923.

Untuk diketahui, pencabutan larangan bagi para perwira Angkatan Darat Turki ini mulai berlaku dan akan diterapkan bagi para personel perempun yang bertugas di markas komando dan staf umum militer. Namun, sampai sejauh ini belum diketahui apakah hijab juga bisa dikenalan personel perempuan yang menjalankan fungsi tempur. (njs/dbs)

 


Back to Top