Pulau Laskar Pelangi Miliki Potensi Besar untuk Kembangkan Pariwisata Halal

gomuslim.co.id- Setelah berhasil menjadi juara umum pada ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 lalu, Indonesia kembali melebarkan sayap untuk pariwisata halal. Tak hanya Nusa Tenggara barat (NTB), Aceh, dan Sumatra Barat, kini pariwisata halal juga mulai dikembangkan di Pulau yang makin terkenal pasca booming novel dan film layar lebar karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi.

Belitung digadang-gadangkan memiliki potensi yang besar untuk wisata halal. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Jauhari Somad.

"Belitung potensial untuk wisata halal, terutama untuk wisman yang dari Arab. Dengan pesisir pantai yang indah dan panjang untuk dinikmati cocok untuk mereka wisatawan dari Arab karena memang mereka lebih cenderung menikmati bukan untuk water sport, dan ini bisa dikembangkan jadi wisata halal," kata Jauhari dalam publikasi PosBelitung.

Tak hanya itu, menurutnya makanan halal tak sulit ditemukan, bahkan khas Belitung dan jajanannya yang halal menjadi nilai tambah untuk wisatawan untuk berkunjung ke Belitung.

Lebih lanjut, Jauhari mengatakan Belitung punya kuliner yang enak dan halal, sehingga wisatawan tidak ragu jika mau makan kuliner khas Belitung.

Jauhari juga berharap pemerintah bersama ASPPI bisa mengemas dan mengembangkan ini, sehingga Belitung akan semakin mendunia.

"Harusnya Belitung menjadi destinasi utama setelah Bali terutama muslim, belitung punya destinasi yang luar biasa dan masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah dan ASPPI," pungkasnya.

Sertifikasi Wisata Halal

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berupaya menyosialisasikan halal kepada masyarakat. Penggenjotan untuk miliki sertifikat halal ini sebagai salah satu upaya menjadikan Babel sebagai salah satu objek wisata halal di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua MUI Babel Zayadi beberapa waktu lalu. “Untuk restoran yang dikategorikan besar, hotel dan sebagainya belum banyak atau hampir belum ada, baru dari Bangka City dari hotel yang mengajukan untuk diberi sertifikat halal, sekarang sedang proses auditorial oleh auditing terhadap kehalalan makanan yang ada di daerah ini,” ujarnya.

Ia bersyukur adanya kerjasama MUI dengan pemerintah daerah tersebut dalam melakukan sertifikat halal ini. "Tidak mungkin mereka (para pemilik UKM-red) mengeluarkan uang sampai Rp 2 juta atau Rp 1 juta lebih untuk membayar itu. Jadi selama ini kita belum pernah memungut dari mereka tapi semuanya itu dibiayai oleh pemerintah daerah melalui disperindagkop provinsi maupun kabupaten/kota," jelasnya.

Untuk mendapatkan serfikat halal tidak sulit, para pengusaha produk makanan mengajukan syarat sesuai ketentuan dalam formulir yang sudah disediakan LPPOM diajukan, dengan syarat-syarat memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan, profil perusahaan. Pihak LPPOM MUI Babel akan mengecek apakah persyaratannya sudah lengkap atau tidak, kemudian pihak auditor LPPOM MUI turun untuk melakukan auditing. (fau/dbs)

Baca juga:

Ini Kata Ketua MUI Bangka Belitung Terkait Sertifikasi Pariwisata Halal


Back to Top