Keluarkan Fatwa Bayi Tabung Halal, Ini Penjelasan Pengadilan Pakistan

gomuslim.co.id- Setiap pasangan yang sudah menikah, pasti menginginkan bayi sebagai buah dari pernikahan sucinya. Namun, tidak semua pasangan langsung mendapat amanah dari Allah untuk mendapatkan keturunan biologis. Menaggapi persoalan tersebut, dunia medis di era modern ini mengenalkan program bayi tabung sebagai salah satu solusi.

Baru-baru ini, pengadilan Syariah Federal Pakistan mengeluarkan fatwa halal bagi orangtua yang memutuskan menggunakan metode bayi tabung untuk mendapatkan keturunan. Fatwa yang dirilis pada hari Selasa, 21 Februari 2017 lalu ini menjadi angin segar bagi pasangan menikah Pakistan yang tidak memiliki anak karena komplikasi medis.

Menurut pernyataan pengadilan yang dipimpin Hakim Ketua Riaz Ahmad Khan, bayi tabung dinyatakan sah dan halal jika sperma diperoleh dari ayah kandung dan indung telur dibuahi dalam tabung uji melalui proses medis, kemudian janin diletakkan dalam rahim ibu kandung. ”Proses itu tidak bisa dianggap tidak sah atau melanggar Alquran dan Sunnah,” kata pengadilan sebagaimana publikasi dari Pakistan Today, Rabu (22/02/2017).

Dalam keputusan setebal 22 halaman tentang pembuahan luar rahim itu, Pengadilan Pakistan menjelaskan bahwa bayi tabung dihalalkan selama sperma dan telur milik ayah dan ibu kandung. Jika pasangan suami-istri setuju menjalani metode itu, persoalan tentang kelahiran anak tidak bisa diperdebatkan. “Bayi itu adalah anak sah,” kata pengadilan.

Cara lain selain seperti yang telah ditetapkan dalam prosedur bayi tabung akan dianggap melanggar ajaran Islam. ”Dalam kasus melibatkan perempuan yang dipekerjakan sebagai ibu pengganti demi uang atau alasan lain, prosedur itu serta kelahiran bayi tidak sah dan melanggar perintah Alquran dan Sunnah,” tambahnya.

Pengadilan Pakistan juga memerintahkan pemerintah mengambil tindakan terhadap mereka yang melanggar hukum syariah. Pengadilan menegaskan harus ada hukuman bagi pasangan yang menggunakan jasa wanita pengganti serta dokter yang mengelola bank sperma dan sel telur. Fatwa atau keputusan pengadilan itu dikeluarkan setelah pada 2013, Dewan Ideologi Islam Pakistan mengatakan bayi tabung diperbolehkan dalam Islam dengan syarat tertentu.

Sebagai informasi, proses bayi tabung adalah proses di mana sel telur wanita dan sel sperma pria diambil untuk menjalani proses pembuahan. Proses pembuahan sperma dengan ovum dipertemukan di luar kandungan pada satu tabung yang dirancang secara khusus. Setelah terjadi pembuahan lalu menjadi zygot kemudian dimasukkan ke dalam rahim sampai dilahirkan.

Masalah tentang bayi tabung ini memunculkan banyak pendapat, boleh atau tidak. Misalnya Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam Muktamarnya tahun 1980, mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor sebagaimana diangkat oleh Panji Masyarakat edisi nomor 514 tanggal 1 September 1986. Lembaga Fiqih Islam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Amman tahun 1986 mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor atau ovum, dan membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum dari isteri sendiri. (njs/dbs/foto: ilustrasi)

 

 


Back to Top