Begini Aksi Sosial Perdana Klinik Apung ‘Said Tuhuleley’ Lazismu di Maluku

gomuslim.co.id-  Peluncuran Klinik Apung Said Tuhuleley oleh Presiden RI Joko Widodo pada (24/02) lalu, dilanjutkan dengan aksi sosial pengobatan gratis bagi masyarakat kepulauan di Maluku.

Aksi perdana klinik apung ini dipusatkan di dua pulau, yakni Pulau Saparua dan Pulau Haruku dalam bentuk bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan dan selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Kegiatan ini diikuti oleh tim kesehatan dari aliansi Rumah Sakit Islam Jakarta, hasil kerjasama Lazismu dan MPKU Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Turut bergabung pada kegiatan ini Bapak Budi Setiawan, ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Bapak Sudibyo Markus yg merupakan mantan ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Perjuangan untuk mencapai Pulau Saparua, dari Islamic Centre Ambon tempat di mana klinik ini diluncurkan, dilalui selama dua jam perjalanan laut.

Mendekati Pulau Saparua, kedatangan kapal disambut dengan hujan angin lebat, sehingga menyulitkan tim kesehatan utk turun dari kapal. Namun, dengan kesungguhan niat yg luhur, tim kesehatan menuruni kapal bergantian membawa alat kesehatan serta obat-obatan dan berjalan layaknya kereta dengan berpayung spanduk memanjang.

Adapun, Pulau Saparua  menjadi titik perdana aksi karena dikepulauan inilah Said Tuhuleley dilahirkan. Masyarakat Saparua, tepatnya di desa kulur, menyambut dengan sangat antusias atas kehadiran tim kesehatan ini. Karena biasanya, warga berobat ke satu-satunya puskesmas di kecamatan yang jarak tempuhnya 18 km, dan kini tim kesehatan hadir mendatangi mereka.

Ibu Hayati Tutupoho,  menceritakan bahwa beberapa tahun lalu, karena akses yg sangat jauh utk mendapatkan bidan dalam membantu proses kelahiran putranya, beliau melahirkan di mobil pada saat perjalanan menuju puskesmas, hingga anaknya pun diberikan nama 'Oto' (sebutan untuk mobil).

Aksi Lanjutan di Pulau Haruku

Pulau Haruku merupakan tetangga dari pulau Saparua yang menjadi titik perdana aksi tim kesehatan klinik apung Said Tuhuleley, menjadi sasaran berikutnya untuk acara bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Dari Saparua membutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai Haruku. Banyak warga sudah menunggu kedatangan klinik apung ini, karena sebelumnya diinformasikan akan datang pukul 14:00 yang terpaksa mundur karena banyaknya masyarakat yang harus dilayani pada titik baksos sebelumnya.

Indahnya pemandangan laut dan gunung dari tepi pulau haruku, membuat tim kesehatan terharu penuh syukur. Air laut yg jernih hingga terlihat ikan bergerombol menari kesana kemari, rasanya ingin berlama-lama dilokasi ini. Sungguh suasana alam yg indah dan damai.

Begitu klinik dibuka, warga yg memang sudah lama menunggu, segera berbondong menuju lokasi aksi dan mengantri di atas pos pelabuhan ori untuk mendapatkan layananan kesehatan. Dan karena terbatasnya lokasi pelayanan, setelah pasien mendapatkan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, terpaksa harus kembali mengantri di salah satu rumah warga utk pengambilan obat. (fau/dbs/lazismu)

 Baca juga:

LAZISMU Luncurkan Klinik Apung untuk Permudah Akses Kesehatan Masyarakat di Maluku

 


Back to Top