Kajian Rutin Keluarga Islami: Menjadi Orang tua ‘Betulan’ Agar Kelak Anak Jadi Investasi Dunia dan Akhirat

gomuslim.co.id- Ada sebuah pertanyaan yang sering kali menjadi dilema calon orang tua, “Anak adalah Anugerah atau Beban?” pertanyaan tersebut lantas menjadi tanda tanya bagi mereka yang belum menikah. Namun Islam memiliki jawaban yang sederhana namun bermakna “Anak adalah beban yang menghadirkan kebahagiaan”.

Dalam Kajian Rutin Keluarga Islami (KARUGAMI) yang diselengarakan oleh Hijab Motion bekerja sama dengan Annisa Travel dan gomuslim,  Ustadz Asep Fakhri memaparkan rahasia “Anak Sebagai Investasi Dunia Akhirat” yang juga menjadi tema kajian bulanan yang ke-6 pada, Sabtu (25/02/2017).

Bertempat di Aula Mabrur Annisa Travel, Jakarta Selatan, kajian ini dihadiri oleh kaum akhwat dan ikhwan untuk saling menimba ilmu dan sharing pengalaman terkait rumah tangga Islami.

Turut hadir pula sebagai bintang tamu Tasya Nur Medina, seorang fashion entrepreneur, brand Meccanism dan ZAM.  Dia adalah kaka dari aktris dan desainer hijab Zaskia Adya Mecca.

Berkaitan dengan tema yang diusung terkait anak. Tasya menceritakan pengalamannya selama menjadi ibu dari putra pertamanya yang bernama Andi Keefe Bazli Ardiansyah. Wanita yang menyukai anak-anak ini mengaku sudah mulai mengajarkan Keefe mengaji dan mempelajari wawasan Islam dengan mendatangkan guru mengaji ke rumah.

“Alhamdulillah saat ini Keefe sudah bisa mengahafal surah-surah pendek dan kisah-kisah teladan Rassul, itu yang membuat saya bahagia, ketika anak semakin dekat dengan Islam,” ungkap Tasya.

Dirinya mengaku dengan cara memberikan pendidikan Islam kepada anak sejak dini, diharapkan mampu menguatkan iman anak hingga dewasa kelak, sehingga bisa menjadi anak yang soleh dan soleha.

Berkaitan dengan tumbuh kembang anak, Ustadz Asep Fakhri juga memaparkan dalam tausiahnya bahwa dengan mendidik anak dengan pola asuh Islami, anak akan tumbuh menjadi insan dan berakahlakul karimah.

“Anak adalah cermianan orang tuanya, perilaku anak didominasi dengan kebiasaan orang tua mendidik anak di rumah, jangan sampai kita salah mendidik anak karena kurangnya persiapan menjadi orang tua,” pungkas Ustadz Asep.

Ada tiga hal yang menjadi amalan yang tidak putus ketika seseorang meninggal. Pertama, sedekah. Kedua, Ilmu yang bermanfaat. Ketiga, doa anak yang soleh dan soleha. Untuk mewujudkan poin ketiga,  sebagai calon orang tua harus mempersiapkannya sejak dini.

Lebih lanjut Ustadz yang dikaruniai tiga orang anak ini mengatakan orang tua memiliki 2 jenis tipe, pertama orang tua yang ‘kebetulan’ dan kedua orang tua yang ‘betulan’. Orang tua dengan tipe ‘kebetulan’ adalah orang tua yang mengalir begitu saja tanpa perencanaan yang matang, mengutamakan persiapan teknis dan bendawi sehingga anak-anaknya kelak menjadi anak yang biasa-biasa saja.

Namun berbeda halnya dengan tipe orang tua yang ‘betulan’ mereka selalu menyambut calon kelahiran anaknya dengan persiapan yang matang. Segala sesuatunya dilakukan by desain, karena diniatkan sejak awal sebelum menikah dan melalui pola pengasuhan hasil belajar sebelumnya.

“Inilah yang bisa menjadikan anak sebagai ladang investasi dunia dan akhirat kelak, karena anak dididik untuk menjadi pribadi yang santun dan sesuai dengan pola pengajaran Islam,”sambungnya.

Di pengunjung tausiahnya Ustadz Asep memaparkan 10 Hak Anak antara lain; mendapatkan calon ayah atau ibu terbaik, mendapatkan persiapan kehamilan calon ibu terbaik, mendapatkan sambutan kelahiran, mendapatkan nama terbaik, mendapatkan susu eksklusif, menghitan dan mengaqiqahkan, menafkahi dengan nafkah yang halal, mendapatkan pengajarkan ilmu agama, serta diberikan jodoh dan dinikahkan oleh kedua orang tuanya. (nat)

 

 


Back to Top