Tingkatkan Pelayanan, Ini Standar Hotel Syariah untuk Wisatawan Muslim di Turki

gomuslim.co.id- Sektor pariwisata halal kini menjadi perhatian beberapa Negara. Hal ini tidak terlepas dari tren wisata halal yang telah menjadi primadona bagi wisatawan muslim dunia. Salah satu Negara yang sedang sibuk menggenjot sektor ini adalah Turki.

Baru-baru ini, Standards Institution Turki telah memperkenalkan satu set standard baru bagi hotel untuk melayani wisatawan Muslim supaya lebih baik. Hal demikian mengingat selama beberapa tahun terakhir, pilihan wisata halal di Turki telah menarik wisatawan dari negara-negara Muslim di seluruh dunia.

Targetnya, pada 2020, lebih dari 160 juta wisatawan Muslim diharapkan melakukan perjalanan global dan menghabiskan lebih dari 200 juta dolar AS. Selain Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA), Turki menjadi tujuan paling populer bagi wisatawan Muslim di seluruh dunia.

Proyek baru ini telah mulai memperkenalkan standard pariwisata halal lebih baik di hotel Turki. Kabarnya, Standards Institution Turki akan meminta hotel bintang lima menyesuaikan diri dengan serangkaian persyaratan untuk menjalankan perusahaan sebagai halal. Pasalnya sebuah hotel halal harus sesuai dengan standard tertentu.

Sebagai contohnya adalah kolam renang dan spa antara lelaki dan perempuan harus dipisah, tidak ada bar alkohol, fasilitas shalat yang layak, penyediaan kosmetik halal, produk sanitasi di kamar mandi dan porsi makanan halal. Hotel yang menerapkan persyaratan ini, antara lain, memiliki kemampuan untuk mendapatkan sertifikat hotel halal.

Menurut laporan Negara Ekonomi Islam 2016-2017 yang dirilis oleh Thomson Reuters dan Dinar Standard menunjukkan bahwa Turki menempati peringkat ketiga di antara negara-negara dengan yang ekosiste terbaik untuk wisata halal. Di Turki, lebih dari 50 hotel jeli menawarkan layanan religius jeli Muslim.

Antalya, Istanbul, Izmir, Aydın, Muğla dan Ankara adalah kota besar yang membanggakan hotel tersebut. “Turki naik empat peringkat tahun ini, dari peringkat tujuh ke tiga," tulis laporan tersebut sebagaimana publikasi dari Daily Sabah, beberapa waktu lalu.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa belanja makanan dan minuman Muslim mencapai 1,17 triliun dolar AS pada 2015, diikuti belanja pakaian 243 miliar dolar AS, rekreasi 189 miliar dolar AS, dan wisata 151 miliar dolar AS. "Wisata halal terus memperluas jangkauannya. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan luar biasa di resor pantai halal, penerbangan halal, serta situs travel Muslim," kata laporan tersebut.

Berbekal model populasi Muslim yang mencapai 98 persen, Turki tentu menjadi negara yang mengembangkan sektor pariwisata halal. Di negara ini, wisatawan Muslim dapat mengunjungi banyak situs bersejarah Islam. Termasuk mempelajari budaya tradisional Muslim Turki.

Sebelumnya, Turki menyediakan kapal pesiar halal untuk wisatawan muslim. Kapal tersebut akan berlayar di sepanjang Sungai Danube, sungai Nil, dan Sungai Rhine. Kapal secara eksklusif akan melayani umat Islam.

Di kapal, tersedia segala sesuatu yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal itu seperti produk makanan halal, spa terpisah untuk pria dan wanita, kolam renang dan pusat olahraga untuk wanita, sarana ibadah yang  luas dan sauna tradisonal Turki yang terpisah antara perempuan dan laki-laki. Kapal akan mulai beroperasi pada Juli mendatang dengan kapasitas lebih dari 150 penumpang yang dijalankan oleh perusahaan pariwisata Turki Halal Cruise.

Penumpang akan menikmati wisata dua sampai enam hari. Nantinya, penumpang akan mengunjungi empat negara, termasuk Austria dan Serbia. Selama kunjungan ke masing-masing kota, penumpang akan didampingi oleh pemandu wisata senior yang khusus dalam bidang sejarah. (njs/dbs)

 


Back to Top