Terkait Haji 2017, Ini Alasan Jawa Barat Dapat Jatah Kuota Paling Banyak

gomuslim.co.id– Kenaikan kuota jemaah haji pada 2017 telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Istana Presiden, Rabu (11/01) lalau. Jumlah kuota keseluruhan jemaah haji Indonesia pada tahun ini mencapai 221.000 jiwa. Kuota tersebut dibagi ke dalam haji reguler yang mencapai 204.000 dan haji khusus yang mencapai 17.000 jemaah. Hal ini sudah dipastikan dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 1438H/2017M.  

Setelah kuota tersebut dibagikan, Jawa Barat mendapatkan kuota terbanyak di antara provinsi lain di Indonesia. Menurut Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor wilayah Kementerian Agama  Jawa Barat Azam Mustazam, jumlah kuota haji untuk Provinsi Jawa Barat pada tahun ini mencapai 38.852 jemaah. Menurutnya, tahun-tahun sebelumnya Jawa Barat hanya mendapat kuota sebanyak 37.366 orang.

Mustazam memaparkan bahwa kuota Jawa Barat itu akan didistribusikan ke 27 kabupaten/kota. Dari 38.852 jemaah, 259 orang merupakan calon jemaah haji khusus., dan 38.593 lainnya merupakan calon jemaah haji reguler. Sementara itu, jatah kuota haji yang paling sedikit didapatkan di antara 34 provinisi  di Indonesia adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mencapai sebanyak 670 jemaah. Calon jemaah haji khusus dari Nusa Tenggara Timur hanya mencapai 5 orang. Sementara itu, sisa 665 orang merupakan calon jemaah haji reguler.

Terkait alasan Jawa Barat memperoleh kuota terbanyak, Mustazam memastikan bahwa tingginya minat warga Jawa Barat untuk melaksanakan ibadah haji menjadi penyebabnya. “Memang dari tahun ke tahun bertambah terus, jumlah penduduknya juga paling banyak,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Mustazam, penambahan kuota ini cukup berdampak terhadap urutan daftar tunggu para calon jemaah haji walaupun tidak terlalu banyak. Menurutnya, penambahan tersebut hanya berpengaruh terhadap dua kloter saja. 

Mustazam mengatakan lebih lanjut bahwa daftar tunggu jemaah haji Jawa Barat saat ini telah mencapai 600 ribu orang. Diperkirakan, 600 ribu orang ini akan berangkat pada 17 tahun kemudian. Menurut Mustazam, jika ingin mengurangi waktu tunggu, maka Jawa Barat butuh kuota lebih dari 70 ribu orang. Namun demikian, waktu tunggu yang berubah tidak terlalu signifikan, hanya 16 tahun saja. (ihs/dbs)

Baca juga:

Begini Rincian Kuota Haji Indonesia Tahun 2017


Back to Top