Begini Cerita Calon Dokter Muda Asal Lombok Penghafal Alquran 30 Juz

gomuslim.co.id- Siapa yang tidak kagum dengan prestasi muslimah yang satu ini. Selain pintar dan cantik, gadis berkaca mata ini telah hafal 30 juz Alquran. Remaja asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu istiqomah menjaga hafalannya disela-sela kesibukannya di bangku kuliah. Namanya Nurfadilah Al Adabiah.

Saat ini, perempuan berusia 19 tahun itu tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram), NTB semester dua. Menurut Wakil Dekan FK Unram dr Arfi Syamsun, anak muda berprestasi ini merupakan salah satu mahasiswi teladan di kampus. “Dia juga akan menjadi calon dokter pilihan," kata Arfi di ruang kerjanya.

Nurfadilah merupakan lulusan Madrasah Aliyah (MA) Al Aziziyah Putri Kapek, Gunung Sari, Kabupaten Lobar. Dia juga salah satu dari puluhan mahasiswi yang lolos beasiswa masuk FK Unram melalui jalur pondok pesantren (ponpes). Hal yang membuatnya istimewa adalah dia seorang hafidzah.

Karena kelebihannya inilah yang mengantarkannya dapat beasiswa bidik misi khusus lulusan pondok pesantren. Fadila (sapaan akrabnya) mulai menghafal sejak duduk di bangku SD di Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Dia dibimbing langsung oleh bapaknya yang seorang guru agama. "Kalau saya tidak mau menghafal, bapak tidak akan sekolahin saya. Itu ancaman bapak dulu. Makanya dari sejak kelas 1 SD, saya sudah mulai menghafal,” tuturnya.

Setelah lulus SD, Fadila melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Aziziyah tahun 2010 lalu. Di sini, dia masuk MTs. Ponpes Al-Aziziyah sendiri dikenal sebagai salah satu ponpes pencetak tahfidz di NTB.

Di sana, Fadila semakin intensif menghafal Alquran. Selama 6 tahun di ponpes ini Fadila berusaha menuntaskan hafalannya hingga 30 juz. “Saat menghafal, ada masa-masa berat. Saat menghadapi ujian semester, konsentrasinya terpecah antara belajar dan menghafal. Padahal kegiatan menghafal harus dilakukan setiap hari bahkan setiap saat,” ujarnya.

Fadila mengakui ada saat-saat dirinya sangat merasakan kesulitan ketika mau menjelang ulangan semester sejak duduk di bangku MTs hingga MA. Namun dengan ketekunan, Fadilah bisa menyelesaikan hafalannya. Dia pernah mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) saat duduk di bangku MA. Namun sayang, dia belum beruntung sebagai juara.

Begitu ada program penerimaan mahasiswa baru FK Unram melalui jalur khusus, dia pun akhirnya terpilih. Bagi Fadila, duduk di bangku kuliah justru tantangannya semakin berat. Tugas-tugas kuliah yang mesti diselesaikan cukup banyak.

Tenaga dan pikirannya terkuras untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah itu. Apalagi dia masih tergolong mahasiswa baru. Karena padatnya tugas-tugas ini juga, beberapa rekannya yang juga seorang penghafal Alquran kesulitan. Hafalannya berkurang.

Pengalaman ini juga dialami rekan Fadila, Abdul Thalib yang juga hafidz. Thalib mengaku semakin menurun hafalannya yang dulunya 17 juz, kini setelah dia jadi mahasiswa FK justru menurun menjadi 10 juz. Thalib salut dengan Fadila yang mampu tetap mempertahakan hafalannya hingga 30 juz.

Fadila sendiri mampu menyeimbangkan kuliahnya dengan tetap menghafal Alquran 30 juz itu. Di waktu-waktu tertentu, Fadila tetap berupaya mengulang hafalannya. Dia mengikuti anjuran kedua orangtuanya, bahwa waktu yang tepat untuk dimanfaatkan belajar dan menghafal itu adalah setelah selesai shalat Maghrib, Isya dan Subuh. Karena itu, di waktu-waktu ini, Fadila memanfaatkannya.

Meskipun sesekali Dzuhur dan Ashar sering juga dia gunakan untuk mengulang hafalan dan pelajarannya. "Yang paling sering saya manfaatkan, ya itu yang tiga (waktu) itu," ucapnya sembari senyum. (njs/dbs)

 


Back to Top