Bidik Wisatawan Muslim Indonesia, Hong Kong Tawarkan Kuliner Halal

gomuslim.co.id- Seiring bertambahnya jumlah wisatawan asal Indonesia yang mengunjungi Hong Kong. Dinas Pariwisata Hong Kong bekerja sama dengan platform wisata Wego akan mempromosikan sejumlah restoran halal di negera tersebut.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh pendiri Wego, Craig Hewett, Kota Hong Kong telah naik peringkat di kota daftar paling dicari wisatawan Indonesia. Angka ini naik dari nomor 12 pada  Desember ke nomor delapan bulan lalu. Hal ini membuktikan adanya daya tarik Hong Kong, seperti yang dilansir dari publikasi Mumbrella Asia.

“Dengan adanya kegiatan kampanye restoran halal bagi wisatawan asal Indonesia ini maka secara khusus juga ikut meningkatkan kesadaran Hong Kong tentang pentingnya aspek wisata halal. Faktor itu bukan hanya terkait penyediaan restoran halal, tetapi juga tempat tujuan wisata, penginapan dan lokasi sejarah Islam,” papar  Hewett.

Seiring berjalannya waktu dalam mempromosikan restoran halal di Hong Kong, tim Wego Indonesia akan mempromosikan melalui blog dan Youtube. Tim juga berencana mengadakan pertemuan dengan beberapa penulis blogger yang paling populer di Indonesia, seperti Cumi Lebay, yang merupakan blog paling banyak dikunjungi di Indonesia tahun lalu. Sementara itu Blogger lain yang akan dliibatkan, yaitu Awan yang juga seorang penulis buku.

Sementara itu, menurut Direktur Regional Asia Tenggara Dinas Pariwisata Hong Kong, Simon Wong, pariwisata Hong Kong akan menjadi sumber pendapatan penting bagi negara. 

“Jumlah Umat Islam di Hong Kong sekitar 300 ribu. Memasuki era millenium, jumlah Muslim terbesar di wilayah itu berasal dari Indonesia,” pungkasnya.

Sebagian besar dari mereka adalah pekerja rumah tangga yang bekerja di Hong Kong.  Saat ini jumlah umat Muslim asal Indonesia diperkirakan lebih dari 120 ribu. Sebagian besar Muslim di Hong Kong adalah suni.

Berawal dari abad ke-19, saat perdagangan Eropa merambah sampai kawasan Laut Cina Selatan, dan akhirnya membawa para pelayar dan pedagang dari Asia Selatan (India, Pakistan, dan Bangladesh) ke kawasan Guangzhou, Makau, dan Kowloon.

Selain itu, semarak Islam di Hongkong berawal dari sektor pariwisata yang berhasil mengundang jutaan pengunjung internasional beberapa tahun yang lalu. Negara yang memiliki luas wilayah sekitar 1.100 kilometer persegi dan dihuni oleh sekitar 6.880.000 jiwa pada beberapa tahun yang lalu ini, kemudian mulai menjadi rumah bagi umat muslim hingga kemudian beberapa kelompok di antaranya menetap di daerah Central pada tahun 1829. Mereka sering shalat Jumat di sekitaran jalan. Dari situ kemudian berkembang lagi hingga pada akhirnya terbentuklah komunitas muslim yang secara resmi diperkenalkan pada tahun 1950. (nat/dbs)

 

 


Back to Top