Perpustakaan di Dalam Masjid Jadi Wadah Peradaban Umat Muslim

gomuslim.co.id- Saat ini umat Islam di Indonesia memiliki kesempatan untuk meneruskan perkembangan Islam sebagai sebuah peradaban di Indonesia. Program Officer Islam and Development, Asia Foundation, Budhy Munawar Rachman menilai bahwa saat ini perkembangan Islam sebagai sebuah peradaban di Indonesia sebenarnya sempat terhenti saat masuknya penjajah dan kolonialisme.

Dinilainya, pusat-pusat kebudayaan Islam di Indonesia memang tidak berada di masjid, melainkan di Pondok Pesantren dan Organisasi Massa (Ormas) Islam. Hal ini berbeda dengan negara-negara Muslim lain, seperti yang ada di Asia Tengah ataupun Asia Selatan.

''Pusat kehidupan komunitas memang ada di masjid, namun lebih sering digunkan untuk ibadah. Sementara untuk pusat, dalam hal ini kebudayaan atau peradaban, memang baru-baru sekarang ini,'' ungkap Budhy, Senin (27/02/2017).

Selain itu, untuk membangun masjid sebagai pusat kebudayaan dan peradaban. Dikembangkanlah perpustakaan di dalam masjid. Perpustakaan ini dapat menjadi indikator sebagai pusat kebudayaan dan peradaban. Saat ini, sejumlah masjid-masjid besar telah memiliki perpustakaan.

Selain berisi Alquran dan kitab-kitab keagamaan, perpustakaan ini pun diharapkan memiliki buku-buku tentang pemikiran Islam. ''Jadi kalau ada perpustakaan, kita bisa mengembangkan wacana atau pemikiran, terutama mengenai wacana keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan,'' kata Budhy.

Selain itu, dalam mendukung fungsi pusat peradaban dan kebudayaan, masjid dapat didorong untuk menggelar dialog-dialog antar agama. Fungsi ini, lanjut Budhy, masih dianggap kurang di masjid-masjid di Indonesia. Bahkan, di sejumlah wilayah di Indonesia masih ada masjid-masjid yang tidak terbuka dan tidak memperbolehkan non-muslim masuk ke dalam masjid.



''Dialog antar agama perlu dilakukan di masjid. Nantinya tokoh-tokoh agama itu bisa saling sharing, bagaimana kita merawat keragaman agama. Saya kira itu, inilah bagian yang paling kurang dari fungsi masjid untuk membangun peradaban,'' katanya.

Adanya perpustakaan di dalam masjid merupakan wasilah terpenting untuk memajukan umat Islam dalam mempelajari ayat-ayat Allah, baik yang kauliyah maupun kauniyah. Diharapkan dengan adanya perpustakaan masjid, umat Islam yang selama ini sebagian besar dalam kejumudan akan terbuka wawasannya. Mereka kelak diharapkan tidak lagi menjadi umat terbelakang dalam bidang sains dan teknologi.

Dengan banyak menelaah dan mempelajari ayat-ayat Allah yang terdapat pada bahan-bahan pustaka, diharapkan umat Islam akan kembali muncul di panggung iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) seperti ulama-ulama terdahulu yang sudah terkenal akan kemasyhurannya. Oleh karennya dengan adanya perpustakaan masjid akan terbina suatu umat Islam yang lepas dari belenggu kejumudan sehingga terbentuk Khoiru Ummah.

Selain itu, jamaah dan masyarakat yang menikmati bahan-bahan pustaka memiliki latar belakang kebutuhan berbeda-beda apabila ditinjau dari bidang cakupan masalah. Namun, mereka ada kebutuhan yang sama, yaitu kebutuhan akan literatur dan pengetahuan, baik di bidang Islam maupun bidang-bidang lainnya. (nat/dbs)

 


Back to Top