Pasca Brexit, Industri Produk Halal Makin Berkembang di Inggris

gomuslim.co.id- Peningkatan populasi muslim terus terjadi di berbagai Negara. Salah satunya di Inggris. Fenomena ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap industri perekonomian, khususnya di sektor halal. Apalagi Negeri Elizabeth sejak tahun lalu telah meninggalkan Uni Eropa. Industri produk halal diyakini semakin penting di Inggris pasca-Brexit.

Ahli starategi konsultan halal Imarat Consulting, Abdal Hamid Evans mengatakan saat ini persaingan industri pasar halal dengan industri konvensional telah terjadi di Inggris. Menurutnya, peluang bisnis halal kini semakin terbuka mengingat kebutuhan muslim yang terus meningkat. Hal tersebut disampaikan Evans dalam sebuah acara seminar halal baru-baru ini.

"Jika kita ingin terbuka untuk bisnis dengan seluruh dunia, industri halal salah satu peluangnya. Muslim adalah satu-satunya kelompok agama besar yang diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dari populasi dunia secara keseluruhan. Pasar Islam akan lebih besar dari China,” ujarnya sebagaimana publikasi dari fginsight, Senin (27/02/2017).

Lebih lanjut, Evans mengungkapkan salah satu sektor halal yang menguntungkan yaitu industri makanan halal. Menurut Evans, saat ini terdapat 1,6 miliar Muslim di dunia yang menjadi pasar. Untuk itu, dia mendorong, para pelaku usaha untuk berpikir lebih luas agar dapat memanfaatkan peluang dari industri makanan halal ini.

"Ini dikarenakan, setiap wisatawan pasti memerlukan makanan dalam melakukan perjalanan wisatanya. Ini merupakan peluang yang sangat besar. Saya berharap, industri makanan halal dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Inggris yang akan membantu orang untuk melihat nilai pasar,” kata Evans.

Evans menambahkan selain industri makan halal, sektor lain yang memiliki peluang yaitu produk daging halal. Menurutnya, dalam menjalankan industri pasar halal maka sangat penting bagi Inggris untuk memiliki lembaga sertifikasi halal yang terakreditasi. Sehingga produk yang dihasilkan terjamin kehalalannya. “Tanpa adanya sertifikasi tersebut maka akan sulit bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspor ke pasar Muslim yang lebih besar," katanya.

Sebelumnya, CEO Halal Food Authority di Inggris, Saqib Mohammed mengatakan pasar makanan ha


Back to Top