OKI Akan Gelar Konferensi Ulama Afghanistan Tahun Ini

gomuslim.co.id- Konferensi Ulama Afghanistan atau International Muslim Ulema Conferensi akan dihelat bulan depan demi mendukung perdamaian, keamanan, stabilitas dan rekonsilitasi di negara tersebut. Sementara itu, Dewan Tinggi Perdamaian dan Majelis Ulama, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memulai persiapan.

Sekjen OKI, Yousef Al Othaimeen mengatakan konferensi direncanakan dapat mengatas masalah interpretasi radikal yang salah dari ajaran agama. Hal itu dilakukan dalam rangka mempromosikan toleransi hidup berdampingan penganut agama yang berbeda di Afghanistan.

Tekad itu diungkapkan Al Othaimeen pada pertemuan International Contact Group on Afghanistan (ICG) di Jeddah. Pertemuan itu dihadiri delegasi dari 50 negara dan organisasi internasional, yang digelar Dirken Urusan Politik OKI, Tarig Bakhelt.

"Pertemuan hari ini membuktikan pentingnya OKI selalu melekat dan terus memberikan perhatian kepada situasi di Afghanistan, serta kesiapannya untuk mempertahankan peran dalam membantu Afghanistan memulihkan perdamaian, keamanan dan pembangunan," papar Othaimeen seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette, Rabu (01/03/2017).

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Afghanistan Hekmat Khalil Karzai menegaskan, pemerintah persatuan nasional Afghanistan masih sangat berkomitmen untuk mengambil langkah perlindungan. "Terutama bagi perempuan dan anak-anak dari kebrutalan Israel," imbuh Karzai.

OKI sendiri telah menjadi tuan rumah pertemuan ICG sebelumnya yang berlangsung pada Maret 2011. Oleh karena itu pertemuan kali ini diharapkan bisa membahas beberapa poin seperti perdamaian, keamanan, stabilitas dan pembangunan di Afghanistan.

Negara-negara Islam membentuk Organization of the Islamic Conference (OIC) atau Organisasi Konferensi Islam (OKI) adalah suatu organisasi yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.

Ada sekitar 46 negara yang menjadi anggota OKI yang diantaranya adalah: Afganistan, Bangladesh, Burkina Faso, Mesir, Indonesia, Irak, Iran, Libya, Malaysia, Maroko, Niger, Pakistan, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab.

Organisasi ini dibentuk pada bulan Mei 1971. Salah satu tujuan utama OKI adalah membentuk persatuan pada negara-negara Islam. kerja sama di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.

Tujuan lain adalah menghilangkan diskriminasi etnis dan semua Jenis kolonialisme. Selain itu mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mempertahankan tempat-tempat suci.

Sementara itu tujuan didirikannya OKI antara lain; Pertama, memajukan solidaritas Islam di antara negara-negara anggota, Kedua, Mengkonsolidasikan kerja sama di antara negara-negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan bidang kegiatan lainnya, Ketiga, berupaya menghapus pemisahan rasial dan diskriminasi serta menghilangkan kolonialisme dalam segala bentuk.

Keempat, mendukung setiap upaya menciptakan perdamaian dan keamanan dunia. Kelima, mengkoordinasikan usaha-usaha untuk melindungi tempat-tempat suci dan mendukung setiap perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kembali hak-hak mereka atas tanah Palestina, Keenam, memperkuat perjuangan umat Islam untuk melindungi martabat umat independensi hak masing-masing negara Islam, dan Ketujuh, menciptakan suasana yang harmonis untuk meningkatkan kerja sama dan pengertian antara negara anggota OKI dan negara-negara lain. (nat/ saudigazette/dbs)

 


Back to Top