Putri Reema Jadi Aktivis Pejuang Wanita di Arab Saudi

gomuslim.co.id- Salah satu putri kerjaan Arab Saudi yang berprestasi adalah Putri Reema Bint Bandar Al-Saud. Ia merupakan anak dari Bandar bin Sultan dan Haifa bint Faisal, putri kandung mendiang Raja Saudi Faisal.

Wanita kelahiran Riyadh ini terkenal sebagai pengusaha dan pimpinan department store mewah asal Inggris, Harvey Nichols, cabang Riyadh.

Pekerjaan sang ayah sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat membuat Reema menghabiskan masa kecil dan remajanya di Washington, D.C. Setelah lulus dari George Washington University dengan gelar Sarjana Seni jurusan pengetahuan museum, Reema kembali ke di Riyadh, Arab Saudi.

Sekembalinya ke Riyadh, Reema melihat bahwa banyak tenaga kerja di Arab tidak terserap secara maksimal. Awalnya ia memutuskan untuk hanya menjadi seorang ibu rumah tangga, namun ketika ia mengetahui perusahaan milik keluarganya Alfa International dilanda krisis ekonomi pada 2008, dirinya tergerak untuk turut andil mengatasi keterpurukan bisnis.

Pada saat itu Alfa International mengalami kesulitan dalam mengelola franchise department store Harvel Nichols di Riyadh.

Reema pun mengatur strategi hingga tercetuslah ide untuk mempekerjakan wanita Arab di tokonya. Sepak terjang Reema sukses mengembalikan bisnis keluarganya kepada kejayaan. Ia bahkan masuk dalam daftar 200 Most Powerful Arab Women versi Forbes.

"Saya tidak bisa melihat setengah dari populasi di negara saya tidak bekerja. Seketika wanita bertanggungjawab terhadap keuangannya sendiri, maka dia ingin mengeksplor lebih banyak tentang dunia untuk dirinya sendiri dan menjadi tidak terlalu ketergatungan," ungkap Reema seperti dilansir dari publikasi Fast Company.

Rahasia yang membuat Harvey Nichols mendulang sukses dalam melibatkan kaum wanita sebagai pekerja, karena Reema menyediakan akomodasi yang jauh lebih baik dari standar di Amerika. Di Arab Saudi, wanita belum boleh mengendarai kendaraan bermotor secara legal. Maka dari itu perusahaan menyediakan transportasi karyawan dari dan ke tempat kerja. Harvey Nichols Riyadh juga satu dari sedikit tempat kerja di Arab Saudi yang memberi fasilitas day care untuk mempermudah para pekerja wanita Arab mengurus anaknya sambil bekerja.

"Saya ingin menghindari hambatan dari ibu mertua atau suami di rumah yang mengatakan, siapa yang akan mengurus anak-anak?," pungkasnya.

Di bawah kepemimpinannya, Reema juga memberi kebebasan para karyawannya untuk berpakaian. Ia tidak akan memaksa seorang karyawan untuk memakai atau melepaskan cadar saat bekerja.

"Saya tidak akan menyuruh wantia untuk menutupi atau tidak menutupi wajahnya," katanya.

Kiprahya di bisnis Alfa International sejak 2012, membuat Reema menjadi salah satu sosok yang frontal dalam pemberdayaan perempuan. Dirinya berhasil mengurangi setengah pekerja pria berpengalaman di Harvey Nichols demi memberi kesempatan kerja bagi karyawan wanita.

Ini merupakan sebuah langkah yang kontroversial dan tidak biasa, mengingat Arab merupakan negara dengan budaya di mana wanita tidak berinteraksi dengan pria di luar rumah.

“Pelatihan merupakan bentuk investasi yang kami ciptakan untuk wanita-wanita ini. Saya ingin wanita punya kesempatan yang lebih baik," tutur wanita berusia 41 tahun ini.

Tak hanya sukses menjadi pebisnis retail fashion, ibu dua orang anak ini juga seorang filantropis dan aktivis. Ia menjadi anggota Zahra Breast Cancer Awareness Association, juga pendiri Alf Khair, sebuah organisasi yang memberi wadah bagi para pekerja dan insan kreatif di Arab Saudi. (nat/dbs)


Back to Top