Pulau Santen Banyuwangi Jadi Wisata Pantai Halal Pertama di Indonesia

gomuslim.co.id- Wisata halal kian familiar dengan wisatawan Muslim, karena itu berbagai daerah di nusantara semakin menggecarkan pembaruan konsep pariwisatanya. Tak mau kalah dengan Aceh dan Lombok, sebuah gebrakan baru datang dari Pemerintah Daerah Banyuwangi dengan menyulap pulau Santen, di Kelurahan Karangrejo, menjadi pantai wisata halal berbasis Syariah.

Langkah ini memiliki potensi besar menyedot wisatawan lokal dan asing. Karena Indonesia memiliki peluang besar untuk menggaet turis mancanegara terutama wisatawan Muslim.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan tren halal tourism terus tumbuh dan harus direspons untuk pengembangan pariwisata daerah. Di sisi lain, wisata jenis ini diyakini akan memberi warna baru bagi Kabupaten yang dikenal dengan The Sun Rise of Java karena menjadi pembeda antara pariwisata Banyuwangi dengan daerah lain.

Dia menyebutkan populasi umat Islam di dunia, sekitar 1,6 miliar jiwa. Sedangkan di Indonesia sendiri lebih dari 200 juta jiwa dan terus bertambah. Diprediksi oleh World Halal Tourisn Summit pada 2019 mendatan perputaran uang di industri halal tourism mencapai USD 238 miliar.

"Banyak negara berlomba menggarap halal tourism. Bahkan negara dengan penduduk Muslim minoritas, seperti Thailand, Singapura, dan Jepang, punya jumlah hotel dan restoran bersertifikasi halal yang lebih banyak dibanding Indonesia,” papar Anas saat pra peluncuran pulau Santen sebagai destinasi halal tourism Banyuwangi, Kamis (02/03/2017).  

Lebih lanjut, Anas mengatakan upaya ini menjadi cara untuk membidik pasar kelas menengah Muslim yang terus tumbuh, baik di dalam maupun luar negeri.

Pihaknya menjelaskan konsep halal tourism tak hanya diperuntukan untuk kaum Muslim. Karena, halal tourism merupakan konsep besar pengembangan destinasi. Di antaranya ditandai dengan jaminan makanan halal, tidak menjajakan alkohol, pemberitahuan waktu jelang beribadah (adzan), tempat bersuci lengkap dengan fasilitas tempat ibadah, serta fasilitas berkonsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan. Pada intinya konsep wisata tersebut sama sekali tidak mengandung unsur SARA. Tapi bicara soal segmentasi pasar serta strategi pemasaran.  

“Destinasi ini bukan hanya untuk Muslim, tapi juga semua umat. Hanya konsep dan koridornya yang berhaluan halal tourism, sesuai syar’i. Contoh kecilnya, aktivitas berhenti ketika adzan. Tapi pengunjungnya siapapun boleh menikmati. Semuanya kita lakukan bertahap seiring dengan penataan yang akan terus berjalan,” tandas Anas.    

Sementara itu, Pulau Santen adalah pulau kecil di Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi. Tak jauh dari pusat kota Banyuwangi. Saat ini, pulau tersebut terus ditata secara bertahap oleh berbagai elemen, mulai dari masyarakat, TNI AD, tokoh agama dan masyarakat, hingga jajaran Pemkab Banyuwangi. Diharapkan dengan peluang pasar yang menjanjikan konsep pantai wisata halal berbasis syariah di pulau Santen, akan mempu menggerakan perekonomian lokal. (nat/dbs)

 

 


Back to Top