Bidik Produk Keuangan Syariah, Pembiayaan Adira Finance Capai Rp 9,9 Triliun

gomuslim.co.id- Produk keuangan syariah kini makin berkembang di Indonesia. Hal ini membuat banyak pelaku usaha di sektor ini terus melakukan inovasi dalam peluncuran produk-produknya. Salah satu yang menuai keberhasilan adalah Adira Finance yang mampu mencatat pertumbuhan pembiayaan syariah yang impresif.

Presiden Direktur Adira Finance Willy S Chandra dalam acara Paparan Kinerja 2016 Danamon Group, Rabu (01/02/2017), mengatakan ada pertumbuhan di sisi pembiayaan syariah yang cukup signifikan secara portofolio. Katanya, dari Rp 6,4 triliun di 2015 menjadi Rp 9,9 triliun di 2016, meningkat sebesar 28 persen secara portofolio. Jadi memperoleh market share, baik di kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain itu, tahun ini, lanjut dia, kendaraan roda dua dan empat tumbuh masih sangat tipis dari sisi collection. “Namun, diharapkan kami bisa meningkatkan market share terutama di segmen yang kami coba lebih kencang di kendaraan penumpang roda empat,” harap Willy.

Untuk menghadapi 2017, pihaknya pun masih optimis menargetkan pertumbuhan double digit tahun ini. “Kendati pembiayaan komersial pada tahun lalu masih turun 28 persen tapi kami berhasil naik pangsa pasarnya di kendaraan roda empat passenger maupun komersial dan ada produk baru yang dikembangkan yaitu multipurpose financing, jadi diharapkan tahun ini bisa tumbuh 10 sampai 12 persen,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bank Danamon Vera Eve Lim menuturkan secara keseluruhan industri otomotif cukup menurun tahun lalu, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Khusus motor secara industri turun delapan persen, sementara Adira turun enam persen. Untuk roda empat turun 10 persen, meski secara industri turun hampir 30 persen,” katanya.

Saat ini, total portofolio pembiayaan Adira Finance pun turun sebesar lima persen pada 2016 menjadi Rp 44,4 triliun. Namun, produktivitasnya meningkat, dimana pembiayaan Adira Finance tumbuh dua persen di kuartal empat 2016. Secara konsolidasi Adira Finance berkontribusi di kisaran 35 sampai 38 persen.

 “Kami berharap tren industri otomotif baik roda dua maupun roda empat komersil positif di tahun ini,” tutup Vera.

Untuk diketahui, produk syariah andalan Adira saat ini masih berbentuk pembiayaan kendaraan berbasis syariah. Produk ini banyak dipilih masyarakat sebagai alternatif pembiayaan unit kendaraan.

Sebelumnya, pada 2016 lalu, ketika permintaan pada jenis produk ini terasa makin meningkat akhirnya Adira terdorong untuk mengembangkan produk baru berupa pembiayaaan paket umrah dan haji plus serta pembiayaan haji reguler yang diberi nama Travellin Syariah.

Sejalan dengan itu, Adira Insurance telah mengeluarkan asuransi syariah untuk haji dan umrah, asuransi ini awalnya berupa asuransi konvensional bernama Travelin yang sudah berjalan selama 3 tahun. Kemudian Travelin dikembangkan menjadi Travelin Syariah sebagai asuransi perjalanan haji dan umrah bagi nasabah Adira.

Travelin Syariah adalah produk asuransi syariah yang dikembangkan oleh PT. Asuransi Adira Dinamika untuk melindungi perjalanan nasabah dalam berpergian. Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna menegaskan bawah dikeluarkannya produk ini adalah sebagai upaya untuk melindungi perjalanan jemaah haji dan umrah.

Asuransi Haji dan Umrah dari Adira ini masih tergolong baru mengingat produk ini baru dikeluarkan pada awal tahun 2016, untuk itu Indra menyampaikan bahwa premi tinggi bukanlah target utama karena yang terpenting dari produk yang baru berjalan ini adalah sosialisasi kepada masyarakat mengenai asuransi perjalanan syariah dari Adira dengan demikian polis asuransi dapat bertambah.  (fau/dbs)

Baca juga:

Adira Kembangkan Asuransi Haji 'Travellin Syariah'


Back to Top