LPMQ Kemenag Libatkan Ahli Bahasa Indonesia untuk Sempurnakan Terjemah Alquran

gomuslim.co.id- Penyempurnaan revisi terjemah Alquran kembali dilakukan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini dinilai penting mengingat tidak semua umat Islam memahami bahasa Arab sebagai bahasa aslinya.  

Kajian terjemah Alquran terbitan Kementerian Agama ini telah dimulai sejak tahun 2016. Tahun ini, kajian tersebut melibatkan ahli Bahasa Indonesia yang secara resmi ditugaskan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya menjaga dan mengembangkan Bahasa Indonesia sesuai amanat undang-undang. Menurutnya, ada kesulitan sendiri yang dialami tim penyusun karena obyek yang diterjemahkan adalah Kitab Suci.

Lebih lanjut, Dadang menuturkan dari pengalaman melaksanakan sidang komisi pemadanan istilah bidang ilmu saja cukup alot dalam memutuskan pemilihan kata yang disepakati. Apalagi, lanjut dia Kitab Suci Alquran yang setiap katanya mempunyai makna yang luas.

Dadang menambahkan hanya penerjemahan Kitab Suci Alquran yang dalam proses penyempurnaannya melibatkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa secara resmi. “Saya berharap kerja sama ini dapat dijaga dan ditingkatkan karena dapat menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya bagi bangsa dan Negara,” ujarnya.

Terkait hal sama, Kepada Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd. Rahman Masud berkomitmen mengawal kegiatan ini. Dia meyakini bahwa apa yang dilakukan LPMQ selama ini bermanfaat bagi umat dan dapat dibanggakan bukan saja oleh Badan Litbang dan Diklat, tapi juga Kementerian Agama.

Sebagai contoh, LPMQ sebelumnya telah merilis aplikasi Quran Kemenag yang menjadi program unggulan tahun 2016. Masud berharap aplikasi tersebut terus dikembangkan dan bisa mencapai target pengguna hingga satu juta orang pada tahun 2017.

Sementara itu, Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi menjelaskan kerjasama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dapat saling memberikan manfaat. Sebab, tim penyempurnaan terjemah Alquran dapat langsung merujuk kepada para ahli bahasa dalam pemilihan kata yang benar sesuai kaidah Bahasa Indonesia.

Sebaliknya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga dapat memperkaya kosa kata Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dari Alquran terutama pada kata-kata yang belum ada dalam KBBI.

Menurut Muchlis M. Hanafi, LPMQ juga melaksanakan konsultasi publik ke komunitas-momunitas tertentu, dari perguruan tinggi, Majelis Ulama Indonesia dan pesantren untuk menjaring sebanyak mungkin masukan untuk penyempurnaan terjemah ini. Dalam waktu dekat, LPMQ akan merillis portal konsultasi publik on line yang akan menampung masukan dari masyarakat secara luas.

Adapun narasumber dan tim pakar yang terlibat dalam tim revisi dan penyempurnaan terjemah ini adalah Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, Dr. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Dr. KH. Malik Madaniy, Prof. Dr. Hj. Huzaimah T. Yanggo, MA., Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, Prof. Dr. H. Rosikhon Anwar, MA, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA., Dr. H. Amir Faishol, MA., Dr. H. Abdul Ghofur Maimun, MA., Dr. H. Abbas Mansur Tamam, MA., Dr. H. Umi Husnul, MA., Dr. Dora Amalia, Drs. Sriyanto, M.Hum, Drs. Amran Purba, M.Hum. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top