Ini Prediksi OJK Tentang Kinerja Bank Syariah di Sumatra Barat

gomuslim.co.id- Selain serius menggarap pariwisata halal, Sumatera Barat (Sumbar) juga getol dalam mengembangkan industri keungan syariah. Kinerja perbankan syariah yang terus meningkat setiap tahunnya diyakini dapat melebihi perbankan konvensional. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi kinerja perbankan syariah akan seperti tahun lalu, telah melebihi bank konvensional.

Hal demikian disampaikan Kepala OJK Perwakilan Sumatera Barat Indra Yuheri baru-baru ini. Dia menjelaskan kinerja sektor syariah 2016 cukup memuaskan dan tidak terpengaruh dengan tekanan ekonomi. "Tahun lalu pencapaiannya cukup tinggi, bahkan jauh di atas kinerja konvensial," kata Indra Yuheri.

Menurut data OJK tahun lalu, aset perbankan syariah tumbuh 9,36 persen dari Rp 4,31 triliun menjadi Rp 4,72 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menembus angka dua digit dengan pertumbuhan 11,34 persen dari Rp 2,70 triliun menjadi Rp 3,01 triliun.

Perlambatan justru terjadi pada penyaluran pembiayaan yang hanya tumbuh 2,94 persen menjadi Rp 3,81 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,70 triliun. Indra mengatakan perlambatan kinerja pembiayaan ini disebabkan karena strategi bank yang secara umum menahan laju penyaluran kredit untuk menjaga rasio pembiayaan bermasalah.

Rasio nonperforming financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah tahun lalu mencapai 4,15 persen dengan loan to deposit ratio atau LDR sebesar 126,44 persen. Menurutnya Indra, budaya masyarakat yang sudah akrab dengan skema syariah menjadi keunggulan tersendiri di Sumbar, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah terbilang tinggi.

Indra mengatakan persoalan perbankan syariah saat terletak pada market share atau pangsa pasar yang masih kecil. Secara nasional, perbankan syariah hanya berkontribusi 5 persen dari total aset perbankan. Untuk Sumatera Barat, jumlah ini lebih tinggi dari nasional yakni mencapai 8 persen dari total aset perbankan di daerah.

Kondisi ini diprediksi meningkat jika BPD Sumbar merealisasikan rencana konversi ke konsep syariah. Manajemen PT BPD Sumatra Barat atau Bank Nagari meyakini, kinerja unit usaha syariah (UUS) tahun ini menunjukkan kinerja positif.

Sementara itu, menurut Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hendri, perseroan menargetkan pertumbuhan aset syariah sebesar 10,89 persen atau Rp 1,48 triliun. Tahun lalu, aset syariah sebesar Rp 1,34 triliun. "Target kami pertumbuhan bisa di atas 10 persen," katanya.

Terkait pembiayaan, perseroan mematok pertumbuhan hingga 10,21 persen menjadi Rp 1,42 triliun dari pencapaian tahun sebelumnya Rp 1,29 triliun. Pihaknya juga menargetkan penghimpunan DPK ditargetkan mencapai Rp 1,07 triliun atau tumbuh 14,86 persen dari tahun lalu.

Sebelumnya, OJK sendiri mendukung konversi PT BPD Sumatra Barat alias Bank Nagari menjadi bank syariah, mengingat potensi pengembangan perbankan syariah yang sangat besar di Tanah Air.

Anggota Dewan Komisioner merangkap Ketua Dewan Audit OJK Ilya Avianti mengatakan lembaganya mendukung penuh jika pemegang saham Bank Nagari sepakat melakukan konversi ke bisnis syariah. “Tahun lalu, pertumbuhan perbankan syariah cukup bagus dengan beralihnya Bank Aceh menjadi bank syariah. Semoga tahun ini juga ada konversi ke ranah syariah,” katanya. (njs/dbs)

 


Back to Top