Begini Kesan Dubes AS Saat Berkunjung ke Pesantren Tebuireng

gomuslim.co.id- Setelah berkunjung ke beberapa Masjid besar di Indonesia beberapa waktu lalu, kali ini Duta Besar Amerika, Joseph R Donovan menyambangi pondok pesantren. Dengan didampingi Konsul Jendral AS di Surabaya, Heather C Variava, lokasi yang dipilihnya adalah Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (02/03/2017).

Donovan mengaku terkesan dengan keramahan para santri yang menyambut kedatangannya. Dia juga terkesan dengan toleransi antar umat beragama di Jawa Timur. Menurutnya, keberagaman dan pluralisme menjadi kekuatan bangsa Indonesia dan AS. "Saya sangat bersyukur, para santri sangat ramah dan menerima saya dengan baik, selama kunjungan saya di Pesantren Tebuireng," ujarnya.

Dalam lawatannya tersebut, utusan dari negeri Paman Sam ini sempat menggelar pertemuan tertutup dengan Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Solah. "Saya sangat terhormat Gus Solah meluangkan waktu, dan lebih memahami mengenai Indonesia dan Jawa Timur. Kami membahas pertukaran pelajar, beliau mengajak saya bertemu dan berdiskusi dengan para santrinya," katanya.

Saat bertemu dengan para santri, Donovan mendorong para santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, untuk belajar ke AS. Ia meminta para santri harus tekun belajar jika ingin mendapatkan beasiswa ke Amerika Serikat. "Kalian bisa mendapatkan informasinya dari perwakilan kami di Surabaya dan Malang," ungkapnya.

Donovan memang sempat melihat langsung aktivitas kegiatan belajar di dalam madrasah tersebut. Ia sempat dialog panjang dengan para santri, bahkan tertrik mengamati para santri yang sedang berdiskusi tentang fikih keluarga.

Kepada para santri, ia mengatakan masih baru empat bulan menjabat sebagai Dubes Amerika Serikat untuk Republik Indonesia tersebut. Ia meminta pertimbangan pada santri, terkait dengan yang harus dilakukannya selama di Indonesia. "Saya baru empat bulan menjadi Dubes Amerika Serikat untuk Republik Indonesia. Menurut kalian, apa yang harus saya lakukan saat ini?" ujar mantan Wakil Dubes AS di Jepang ini.

Mendapat pertanyaan itu, seorang santri menjawab bahwa sang dubes harus belajar budaya-budaya di Indonesia. Donovan dianjurkan belajar sejarah Indonesia dengan mengunjungi Museum Fatahillah dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Donovan juga mengaku sudah pernah berkunjung ke Museum Fatahillah dan TMII, dan ia merasa masih perlu untuk belajar dan mengenal kebudayaan Indonesia. "Saya sudah pernah berkunjung ke sana. Terus ke mana lagi?" katanya.

Santri lainnya menjawab bahwa Donovan harus ke Pekalongan, untuk belajar batik. Hal itu juga langsung ditimpali oleh Donovan, bahwa dirinya memang harus mengenal batik. Kepada para santri, Donovan juga bercerita bahwa istrinya yang berasal dari Taiwan dalam beberapa bulan ke depan akan ke Yogyakarta untuk belajar Bahasa Indonesia.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang KH Shalahudin Wahid mengatakan pada Donovan tentang profil Madrasah Muallimin. "Di sini, para santri fokus pada kajian ke-Islaman ala pesantren. Mereka inilah yang dipersiapkan untuk menjadi kiai-kiai di masa depan," ucapnya.

Setelah puas dialog dengan para santri dan mendapatkan penjelasan terkait dengan aktivitas di pondok, Dubes Donovan dan rombongan meninggalkan lokasi madrasah. Kunjungan Dubes Donovan ini merupakan kunjungan kerja pertamanya di Jawa Timur. Di pondok, Donovan juga sempat melakukan tabur bunga di makam KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berada di kompleks pondok.

Setelah selesai berkunjung ke Ponpes Tebuireng, kunjungan dilanjutkan di Klenteng Hok Sian Kiong di Kecamatan Gudo. Di tempat ini, Donovan melihat proses pembuatan wayang potehi. Tak lama berada di Klenteng Hok Sian Ho, Dubes AS dan rombongan, berlanjut ke Maha Vihara Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (njs/dbs)


Back to Top