Bahasa Arab Mulai Berkembang di Prancis, Sekjen Liga Muslim Dunia Kunjungi Institut Ibnu Sina di Lille

gomuslim.co.id– Bahasa Arab merupakan bahasa utama untuk memahami sumber-sumber Islam dengan baik dan benar, dan memahami kebudayaan Arab. Menurut Ali Fisher, peneliti dari Universitas Birmingham, Inggris, ketidakpahaman terhadap bahasa Arab menjadi salah satu penyebab berekembangnya Islamofobia di Eropa.

Menurutnya, pemahaman keislaman yang disebarkan oleh para pengikut ISIS melalui media sosial dengan berbagai bahasa, seperti Inggris, Prancis, Jerman, dianggap sebagai repsentasi ajaran agama Islam sebenarnya. Padahal, menurut Fisher, anggapan demikian keliru. Pasalnya, pemahaman Islam moderat sebanenarnya lebih mewakili suara umat Islam di seluruh dunia dibanding pemahaman ISIS.

Di lain pihak, pada tahun 2016, Menteri Pendidikan Prancis Najat Vallaud-Belkacem memasukan bahasa Arab dalam kurikulum resmi di berbagai sekolah di Prancis. Menurut Vallaud-Belkacem, pengajaran bahasa Arab merupakan suatu hal yang sangat penting mengingat keterkaitan Prancis yang sangat erat dengan negara-negara Arab di bagian barat, seperti Maroko, Tunisia, dan Al-jazair.

Penetapan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa asing yang diajarkan di Prancis tidak terlepas dari upaya Institut Ibnu Sina (l’Institut Avicenne Des Sciences Humaines). Perguruan tinggi ini merupakan salah satu lembaga yang berperan aktif dalam mengembangkan bahasa Arab dan wawasan keislaman di Lille, Prancis.

Lille sendiri merupakan salah satu kota yang terletak di sebelah utara Prancis. Dipilihnya Lille sebagai lokasi institut Ibnu Sina bukan tanpa alasan. Seperti dilaporkan laman resmi Institut Ibnu Sina, Lille merupakan kota yang multikultural dan multiagama kuno. Selain itu, Lille juga merupakan wilayah strategis yang menyambungkan beberapa kota besar di negara-negara barat, seperti Paris, London, Amsterdam, Brussel, Luksemburg, dan Köln.      

Pada 2015, Institut Ibnu Sina menyelenggarakan seminar internasional yang kesembilan dengan tema “Pengajar Bahasa Arab Bagi non-Arab: antara Fakta dan Strategi Pengembangan”. Dalam seminar tersebut, Rektor Institut Ibnu Sina Mohammed Bechari menekankan peran penting Uni Eropa dalam mempersiapkan kemampuan keilmuan dan metode pengajaran bahasa Arab dengan menggunakan perangkat-perangkat modern.    

Seperti dikabarkan Alriyadh, Sekertaris Jenderal Liga Muslim Dunia Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa beserta jajarannya mengunjungi Institut Ibnu Sina di Lille Prancis pada Sabtu (04/03) lalu. Dalam kunjungannya tersebut, Doktor Muhammad Al-Issa disambut Sekjen Organisasi Konferensi Islam Eropa dan Rektor Institut Ibnu Sina Doktor Mohamed Bechari, dan beberapa pengajar dan staf Institut Ibnu Sina.

Mohammed Bechari menjelaskan kegiatan dan strategi pengembangan Institut pada tahun 2017 ini kepada Al-Issa yang meliputi pengajaran, seminar nasional dan internasional, serta kegiatan lainnya yang akan diselenggarakan pada tahun ini. Sementara itu, Al-Issa mengapresiasi upaya yang dilakukan Institut Ibnu Sina ini dalam mengembangkan Islam moderat di Eropa. Hal ini, menurutnya, penting dilakukan untuk menagkal pemahaman radikal yang berkembang di Eropa. (ihs/dbs)


Back to Top