Oki Setiana Dewi Ikut Program Pertukaran Pelajar Muslim ke Australia

gomuslim.co.id- Oki Setiana Dewi lolos seleksi program pertukaran pelajar muslim atau Muslim Exchange Program (MEP) antara Indonesia dan Australia tahun 2017. Aktris jebolan film Ketika Cinta Bertasbih ini berhasil menyisihkan 250 pendaftar lainnya yang juga mengikuti seleksi sejak Desember 2016 lalu. Rencananya, Oki bersama empat orang lainnya akan mengunjungi beberapa kota di Australia pada 5 sampai 19 Maret 2017 mendatang.

Pada program MEP ini, peserta terpilih akan mendalami perkembangan dunia Islam di Negeri Kanguru tersebut. Presenter program Cerita Perempuan ini mengaku senang dan bangga bisa lolos seleksi setelah melalui beberapa tahapan. Meski tak sedikit yang mengira dirinya terlibat karena jalur undangan.

"Ada yang bertanya apakah saya diundang? Tidak, saya ikut seleksi. Saya sudah persiapkan semuanya sejak tahun kemarin. Seleksinya seperti wawancara, ada pertanyaan tentang isu poligami, perbudakan dan isu sensitif lain bagi kebanyakan orang," papar ibu dua anak ini ditemui di Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Oki menuturkan selama di Australia, dia bersama rekannya akan mengunjungi Melbourne, Sydney dan Canberra. “Kita akan mengunjungi universitas-universitas di sana ketemu berbagai dosen dan profesor sana, ke berbagai masjid dan melakukan berbagai dialog dengan lintas agama," ujar Oki.

Perjalananan selama dua pekan Oki Setiana Dewi tersebut memang sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah Australia lewat sebuah program pertukaran pelajar antara Indonesia dan Australia. Nantinya, Oki bersama beberapa orang yang terpilih akan melakukan banyak dialog mengenai kondisi terkini Islam sebagai agama minoritas di Australia.

"Tujuannya adalah untuk mengetahui keadaan islam di Australia seperti apa. Penyebaran islam seperti apa dan pandangan orang non islam kepada islam seperti apa," tutur istri Ori Vitrio tersebut.

Perancang busana muslim ini menambahkan bahwa dirinya juga penasaran cara berdakwah minoritas muslim di sana yang rupanya berkembang cukup pesat. "Selama di sana saya akan menempatkan diri sebagai mahasiswa yang sedang mengambil pendidikan Islam. Saya ingin melihat sistem dan kurikulum pembelajaran di sana. Dan saya ingin tahu bagaimana minoritas muslim di sana, walaupun minoritas, berkembang pesat. Saya tertarik untuk mempelajari metode dakwahnya," ujarnya.

Selain mengunjungi situs-situs Islam di Australia, Oki juga berniat mengunjungi situs-situs Yahudi dan Katolik, guna melihat bagaimana kerukunan umat beragama di Australia. Oki menambahkan karena sebagian besar tokoh-tokoh dari kelompok pertama yang berangkat berkecimpung di dunia pendidikan, mereka akan melihat pendidikan Islam di Australia. Ia berharap, banyak sistem yang bisa diadopsi untuk bisa ditularkan demi memajukan pendidikan Islam di Indonesia.

“Kami akan menyambangi beberapa universitas untuk bertemu dengan dosen dan profesor lalu melakukan dialog. Kami juga ingin melihat kondisi Islam di sana, selanjutnya bisa mengadopsi apa yang didapat di sana, dan pasti pengalaman ini tidak akan terlupakan," kata Oki. (njs/dbs)

 


Back to Top