Untuk Wisata Halal, NTB Naikkan Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara

gomuslim.co.id- Perkembangan wisata halal Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini seiring dengan raihan prestasi yang ditorehkan, khususnya saat NTB berhasil menyabet dua kategori pada ajang pernghargaan wisata halal dunia di Dubai pada 2016 lalu.

Hal demikian disampaikan Gubernur NTB, Tuan Guru Zainul Majdi beberapa waktu lalu. Zainul mengatakan pada 2016, kedatangan di Bandara NTB naik 34 persen dibandingkan 2015. Sebanyak 3,2 juta wisatawan datang di bandara internasional Lombok. Tahun ini, NTB menargetkan kedatangan wisman mencapai 3,5 juta hingga 4 juta wisatawan.

"Wisata halal kita makin bagus ya, makin maju. Apalagi didukung banyaknya penerbangan langsung ke NTB jadi semakin meningkatkan wisatawan yang datang ke kami. Tahun ini kami menargetkan lebih banyak wisman untuk berkunjung ke NTB," ujar Zainul.

Lebih lanjut, Zainul mengatakan saat ini penerbangan dari Malaysia empat kali sehari. Pada 2016, penerbangan langsung ke Malaysia hanya sekali sehari. Penerbangan dari Singapura dan Timur Tengah juga semakin lancar yang langsung ke NTB. "Saat ini (maskapai) Garuda juga sedang mengkaji untuk penerbangan langsung," ungkapnya.

Selain itu, banyak hotel yang dibangun di NTB. Zainul mengatakan hotel yang dibangun tersebut ternama dengan kelas bintang lima. Pada 2019 mendatang, sekitar 1.000 kamar baru ditarget sudah ada di NTB.

"Terutama di Mandalika itu pembangunannya semakin progres. 2019 mendatang sekitar 1.000 kamar hotel baru ada. Di Mandalika, 250 hektare akan menjadi halal hub. Fasilitas wisata yang lebih akomodatif buat wisatawan keluarga," katanya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong industri perbankan di wilayah kerjanya untuk menggarap potensi penyaluran kredit dan pembiayaan di sektor pariwisata yang terus berkembang.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusri mengatakan proporsi kredit yang disalurkan oleh industri perbankan meningkat dari 2,95 persen dari total kredit pada 2015 menjadi 3,25 persen pada 2016. "Namun capaian proporsi kredit ke sektor pariwisata di NTB, masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi yang dimiliki," katanya, Minggu (05/03/2017).

Padahal, menurut dia, NTB memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor pariwisata. Penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi NTB berupa The Best Halal Destination dan The Best Halal Honeymoon Destination di ajang World Halal Travel Award 2015, menjadi bukti pengakuan dunia terhadap pariwisata NTB, khususnya pariwisata syariah.

NTB, lanjut Yusri, saat ini sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah, dan rencana pembangunan pelabuhan Global Hub Bandar Kayangan, di Kabupaten Lombok Utara. "Ada juga beberapa proyek strategis lainnya di NTB, yang akan memberikan pengaruh signifikan terhadap perekonomian NTB," jelas dia.

Menurut dia, potensi tersebut harus dapat didukung oleh industri jasa keuangan, khususnya perbankan dalam rangka membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan pariwisata NTB. "Dalam setiap pertemuan, saya selalu mendorong industri keuangan agar bersinergi dan ikut berpartisipasi dalam mendukung proyek-proyek strategis di NTB," kata Yusri.

Terkait dengan penyaluran kredit pada 2016, ia menyebutkan, nilainya mencapai Rp32,55 triliun atau tumbuh sebesar 29,98 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. (njs/dbs)


Back to Top