Serius Masuki Pasar Keuangan Syariah, Bank Sentral Maroko Akan Gunakan Lima Jenis Pembiayaan Ini

gomuslim.co.id- Maroko semakin serius mengembangkan industri keuangan syariah. Hal ini seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis berbasis Islam di beberapa Negara termasuk di Eropa. Baru-baru ini, Bank Sentral Maroko telah menyetujui penggunaan lima jenis transaksi perbankan syariah setelah adanya peraturan dari negara yang memungkinkan hal tersebut.

Adapun, kelima jenis pembiayaan tersebut yaitu Murabahah, Musyarakah, Ijarah, Mudharabah, dan Salam. Dalam surat edaran yang diterbitkan akhir pekan lalu, Bank sentral Maroko mengatakan transaksi syariah akan mengikuti persetujuan awal oleh dewan syariah yang disebut Komite Partisipatif Keuangan Syariah (SCPC). Bank Sentral telah menyiapkan beberapa lembaga untuk mengawasi sektor industri syariah ini seperti Ulama dan Badan Pusat Syariah.

Dalam publikasi resmi dari arabnews (05/03/2017), Bank Sentral Maroko juga membuat peraturan untuk bank konvensional agar dapat memiliki anak perusahaan yang menjual produk syariah. Hal itu terutama untuk tiga bank konvensional utama di Maroko yakni Attijariwafa Bank, BMCE of Afrika dan Banque Bank, BMCE of Africa, and Banque Centrale Populaire.

Beberapa perusahaan kredit juga telah mendapat persetujuan untuk melakukan pembiayaan syariah.  Beberapa di antaranya yakni perusahaan Credit Agricole dan Credit Immobilier et Hotelier. Dalam edaran yang dterbitkan, juga terdapat kerangka peraturan bagi bank untuk mengelola deposito, dana, dan investasi berdasarkan prinsip ayariah yang melarang bunga dan spekulasi moneter murni.

Pemerintah Maroko berencana menerbitkan obligasi syariah atau sukuk pertama di pasar domestik pada semester pertama 2017. Para ahli mengatakan hal ini akan merangsang bisnis di sektor tersebut. Namun, parlemen setempat belum menyetujui RUU yang mengatur asuransi syariah.

Negara Afrika Utara telah lama menolak perbankan Islam karena khawatir akan munculnya gerakan radikal Islam. Namun, pasar keuangan kekurangan likuiditas dan investor asing, sehingga sistem keuangan Islam diharapkan dapat mengatasi hal tersebut.

Sebelumnya, pada awal tahun 2017 Maroko mulai merealisasikan penerapan sistem keuangan berbasis syariah dengan menyetujui pembentukan lima bank syariah. Bahkan, Maroko juga memperbolehkan tiga bank asing asal Prancis untuk menjual produk-produk perbankan berbasis syariah.

Pembentukan lima bank syariah tersebut merupakan tindak lanjut dari undang-undang terkait pengembangan ekonomi syariah yang belum lama ini dibuat oleh Maroko. Beberapa bank yang disetujui untuk menjadi bank syariah adalah Attijariwafa Bank, BMCE Afrika, dan Banque Centrale Populaire (BCP).

Banyak bank di Maroko yang mulai menyiapkan prinsip syariah setelah adanya undang-undang mengenai pengembangan ekonomi Islam. Maroko sebelumnya cukup resisten dengan perbankan syariah. Tapi, Maroko akhirnya sadar bahwa perbankan syariah dapat menjadi solusi untuk mengurangi kekurangan likuiditas di sektor keuangan dan minimnya investor asing.

Managing Director Bank Attijariwafa Ismail Douiri mengatakan pihaknya terus melakukan persiapan untuk memasuki pasar perbankan syariah. "Kami menggandeng Bank Pembangunan Islam (IDB) untuk merumuskan semuanya," kata dia.

Sedangkan, bank BUMN Maroko, Credit Agricole (CAM), sudah melakukan kerja sama dengan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) yang merupakan anak perusahaan IDB. Kedua pihak setuju untuk melakukan penanaman modal sebesar 19,7 miliar dolar AS ke dalam unit usaha syariah yang akan dibentuk. Suntikan modal akan terus ditambah secara bertahap. (njs/arabnews/dbs)

 


Back to Top