Delegasi Kerajaan Arab Saudi Lirik Investasi Wisata Indonesia Timur

gomuslim.co.id- Kujungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud menjadi angin segar bagi pariwisata Indonesia. Beberapa kerjasama telah ditandatangani terkait investasinya di pariwisata tanah air.

Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) NTB, Lalu Gita Ariyadi mengatakan kunjungan Raja Salman merupakan momentum yang baik bagi Indonesia dan juga NTB.

"Meski secara formal ke Bali, tapi secara informal banyak tim dari Kerajaan Arab Saudi ini yang berkunjung ke NTB," tutur Gita, Senin (06/03/2017).

Lanjut Gita, sejak Senin minggu lalu sejumlah perwakilan dari Arab Saudi sudah menemui Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi dan menanyakan sejumlah potensi dan fasilitas apa yang bisa didapatkan jika berinvestasi di NTB. "Pak Gubernur merekomendasikan lokasi investasi yang sudah siap yakni kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika," ujarnya.

Berdasarkan Undang-Undang 39 Tahun 2009 tentang KEK Mandalika, di mana sejumlah kemudahan ditawarkan pemerintah seperti adanya pemotongan fasilitas pajak, pemotongan keringanan dan pembebasan pajak daerah, serta perizinan, ada administrator KEK Mandalika yang akan melayani secara satu pintu perizinan. 

"Kami merekomendasikan masuk ke wilayah KEK Mandalika kalau memang tertarik (investasi) di wilayah resort," tukasnya.

Selain itu tak hanya Lombok, Pemprov NTB juga siap menawarkan sejumlah potensi di Pulau Sumbawa seperti di Samota, Teluk Saleh, dan Pulau Moyo.

"Tak hanya Lombok, Pulau Sumbawa juga kita promosikan. Sekarang tergantung kemauan mereka," sambung Gita.

Kendati demikian pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Lombok Tengah, sedang dikebut pemerintah. Selain itu pemerintah telah memberikan kepastian sekaligus memberikan daya tarik bagi penanam modal melalui penetapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK dan Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Proyek Strategis Nasional.

Dalam waktu dekat, Lombok akan memilik Bandara International yang akan dapat didarati pesawat-pesawat besar. Pengembangan bandara juga akan dilanjutkan dengan perpanjangan landas pacu dari 2750 meter menjadi 3 ribu meter.

Saat ini, bandara tersebut mampu melayani penerbangan jarak jauh (long haul), Sementara itu pada tahun 2017, BIL akan dilengkapi dengan dua apron baru untuk pesawat berbadan lebar (widebody) sekelas Boeing 777 atau Airbus 330. Artinya BIL akan mampu  menampung 10 apron pesawat berbadan sedang (narrow body) dan 2 apron untuk berbadan lebar. Kemudian infrastruktur penunjang keamanan dan keselamatan juga sedang digeber.

Adapun peningkatan kunjungan wisatawan dari Timur Tengah pada 2015 sekitar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2016, sudah tercapai 2 juta wisatawan Timur Tengah yang berkunjung ke Indonesia, angka ini Berdasarkan data Kementerian Pariwisata

Angka ini diprediksi akan bertambah menjadi 4 juta wisatawan pada 2018. Turis dari Timur Tengah ini datang dari Arab Saudi, Dubai, Qatar, dan Abu Dhabi. (nat/dbs)


Back to Top