Perkuat Industri Farmasi, IHAF Segera Susun Standar Global Produk Obat Halal

gomuslim.co.id- Setelah dibentuk di Dubai pada November 2016 lalu, International Halal Accreditation Forum (IHAF) atau Forum Akreditasi Halal Internasional terus melakukan gebrakan-gebrakan. Terbaru, IHAF berencana menerapkan standardisasi halal global untuk produk obat-obatan atau farmasi.

Penerapan standardisasi ini dalam rangka memenuhi kebutuhan industri farmasi dalam memproduksi obat-obatan halal yang kini semakin diminati oleh pangsa pasar global. Menurut Sekretaris Jenderal IHAF Mohammed Saleh Badri, kesadaran konsumen terhadap produk obat-obatan halal kini semakin meningkat dan permintaannya juga terus berkembang pesat dari tahun ke tahun.

Namun demikian, selama ini masih belum ada standardisasi maupun aturan skala internasional yang komprehensif untuk menjaga kepatuhan halal di industri farmasi. "Kami berkomitmen untuk menangani masalah ini dengan dukungan dari berbagai lembaga akreditasi di seluruh dunia," ujar Badri seperti dilansir dari publikasi resmi Zawya, Selasa (07/03/2017).

Lebih lanjut, Badri menjelaskan bahwa standardisasi industri farmasi halal ini bertujuan untuk membantu mengembangkan dan menyatukan aturan global untuk mengisi kesenjangan yang ada di pasar. Peluang pertumbuhan pasar dapat terlihat dari pertumbuhan di sektor manufaktur. Namun, selama ini belum ada skema standardisasi yang kuat dan diakui secara internasional sehingga menjadi kendala dalam produksi obat-obatan halal.

Skema standardisasi global ini, kata dia, akan membantu industri mencapai skala ekonomi dan dapat menghapus hambatan perdagangan global. Menurut Badri, adanya standardisasi ini dapat memberikan gambaran kepada produsen mengenai produk dan cara mereka memproduksinya sehingga produk mereka dapat diterima secara global.

"Jika tidak ada standardisasi, maka industri manufaktur akan memproduksi untuk konsumen tertentu saja dan ini justru akan membuat ongkos produksi menjadi mahal. Standardisasi ini dapat menghapus ketidakpastian perdagangan global," kata Badri.

Selain menciptakan standar, IHAF juga melakukan kampanye mengenai manfaat dari produk farmasi halal. Nantinya, standardisasi ini akan fokus pada vaksin dan produk obat-obatan untuk batuk, demam, serta sakit kepala.

Berdasarkan laporan dari Global Ekonomi Islam, menyebutkan bahwa umat muslim telah menghabiskan 286 miliar AED per tahun untuk obat-obatan halal. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa ada lima negara yang menjadi pangsa pasar produk farmasi halal terbesar yakni Turki, Arab Saudi, Amerika Serikat, Indonesia, dan Aljazair dengan nilai mencapai 112,7 AED.

Sebelumnya, IHAF telah menggelar pertemuan pertamanya di Dubai. Dalam pertemuan ini, majelis umum IHAF menyepakati  beberpa hal diantaranya IHAF akan menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Laboratorium Akreditasi Internasional (ILAC) dan International Accreditation Forum (IAF) untuk mempertahankan standar penilaian halal secara keseluruhan.

Badan akreditasi halal memantau entitas, terlibat dalam pengujian, dan memverifikasi produk yang memiliki sertifikasi halal. Tim, akan memastikan bahwa semua standar yang diberlakukan untuk memberikan jaminan kepada konsumen pada setiap produk halal aman, berkualitas tinggi, dan sesuai dengan syariah Islam. Di sisi lain, IHAF akan memastikan badan akreditasi Halal ini bekerja secara ketat dan konsisten dalam mematuhi prinsip-prinsip hukum Islam.

Dalam pertemuan tersebut, Mohammed Saleh Badri secara resmi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal IHAF. Menteri Negara dan Ketua Otoritas Standarisasi dan Metrolodi (ESMA) UEA, Rashid Ahmed bin Fahad, ditunjuk sebagai ketua IHAF. Sementara itu, Peter Unger, Presiden di Asosiasi Amerika untuk Akreditasi Laboratorium, diangkat sebagai wakil ketua. (njs/zawya/dbs)

 


Back to Top