Ini Dua Program DMDI untuk Mualaf di Bantan Kepulauan Riau

gomuslim.co.id- Orang yang baru masuk Islam (Mualaf) merupakan salah satu golongan yang perlu mendapat perhatian khusus. Maka dari itu, dalam syariat Islam, mualaf merupakan golongan yang masuk dalam kategori berhak menerima zakat. Kehidupan mualaf usai memeluk Islam yang jauh dari kata layak menjadi salah satu alasannya.

Baru-baru ini, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) antara Bangsa yang bermarkas di Malaka, Malaysia berencana membuat pilot projek program kemasyarakatan di Desa Bantan Tengah dan Desa Jangkang, kecamatan Bantan, Bengkalis, Kepulauan Riau. Dua program yang bakal dicanangkan tersebut di antaranya, membangun dan memperbaiki rumah mualaf dan membangun perkebunan Nenas dan Pisang seluas 10 hektare.

Sekretaris Jendral DMDI Antara Bangsa Dt H Abubakar Abdul bersama pengurus UTeM Malaysia Prof Ahmad dan rombongan yang didampingi Ketua Biro Belia merangkap Ketua DMDI Provinsi Riau Ir Ajis dan Kepala Dinas Sosial Bengkalis H Darmawi beberapa hari lalu melakukan peninjauan lapangan di Desa Jangkang dan Bantan Tengah. Peninjauan dilakukan dalam rangka merealisasikan kedua program tersebut.

“Untuk kesejahtraan mualaf dan pembinaan mualaf di desa Jangkang kususnya dan Bengkalis pada umumnya, kami bekerja sama dengan DMDI Malaka akan membuat dua program yang dijadikan pilot projek,” ujar Ketua DMDI Provinsi Riau, Ajis SP beberapa waktu lalu. 

Dia menyebutkan bahwa pihak DMDI Malaka langsung turun kelapangan melihat proyek perkebunan  yang akan dibangun dengan dana yayasan DMDI dengan sistim keuntungan bagi hasil. Dimana 40 persen untuk DMDI, 40 untuk Mualaf dan 20 persen untuk program pembinaan mualaf.

“40 persen untuk mualaf kita akan bagikan secara bergulir dengan pembangunan kebun per kepala keluarga dan perdagangan. Setelah modal dari satu keluarga kembali dipindahkan ke keluarga yang lain, begitu seterusnya, sehingga para mualaf akan mendapat penghasil sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ajis menyebutkan untuk tahap awal pihaknya akan buat pilot projek di Bengkalis. Jika ini sudah berhasil akan dilanjutkan di Kabupaten Siak, Meranti dan Pelalawan. Sedangkan pada bulan April mendatang, pihaknya juga akan menggelar perkampungan DMDI di dua desa yang menjadi pilot projek DMDI nantinya.

Untuk diketahui, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) didirikan pada tahun 2000 hasil dari resolusi Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam pertama serta dipimpin oleh YB Senator Tan Sri Hj Mohd Ali Mohd Rustam selaku Presiden DMDI. Ini merupakan sebuah lembaga Kerajaan Negeri Melaka yang bertindak untuk mempromosikan kesatuan dan persatuan di antara umat Melayu dan Islam di samping mendorong kerjasama dalam segala aspek pembangunan di antara umat Melayu Islam dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Selama 16 tahun berkiprah, DMDI telah menghasilkan beberapa kesepakatan antar Negara anggota dari biro- biro yang sudah dibentuk, seperti pendidikan, kesehatan, pariwisatan dan lain sebagainya. Untuk bidang pendidikan, telah terjalin MoU antara Universitas Islam Riau dengan Universitas di Malaysia, pendidiran yayasan DMDI, Bank DMDI serta membantu negara- negara yang tertimpa musibah. (njs/dbs)


Back to Top