Bidik Pasar Timur Tengah, Jepang Perkuat Produksi Makanan Halal

gomuslim.co.id- Keinginan Jepang merambah pasar Timur Tengah menjadikan produk makanan Jepang semakin banyak yang memenuhi aturan halal. Menyusutnya pasar domestik Jepang, membuat produsen lokal semakin tertarik mengembangkan pasar hingga ke luar negaranya. Khususnya pasar Timur Tengah yang menjanjikan, dimana ada permintaan untuk makanan halal, seperti dilansir dari publikasi Nikkei Asian Review.

Baru-baru ini, produsen camilan manis, Kabaya Foods mendapat sertifikasi halal dari badan di Uni Emirat Arab untuk lini produksinya di pabrik Prefektur Ibaraki. Perusahaan ingin mulai menjual camilan cokelat berbentuk panda "Sakusaku Panda" yang diproduksi pabrik tersebut ke Dubai dan daerah lain di wilayah UEA awal tahun ini.

Jika sebelumnya Kabaya menggunakan bahan turunan babi untuk perekat pada kemasannya sehingga tidak memenuhi aturan Islam. Demi membentuk lini produksi yang halal, Kabaya mengubah substansi tersebut jadi alternatif lainnya yang memenuhi persyaratan halal.

Berdasarkan penjualan Sakusaku Panda sudah dipasarkan di Hong Kong dan Amerika Serikat. Produsennya berharap membangun pasar kuat di Timur Tengah lebih cepat dari pesaing domestiknya.

Selain itu, produsen minuman kopi UCC Ueshima Coffee juga sudah bersertifikat halal untuk tiga lokasi produksi dalam negerinya. Termasuk sebuah pabrik di Prefektur Shizuoka, tidak jauh dari Gunung Fuji.

Perusahaan itu sudah mulai mengekspor kopi instan dan minuman kopi kaleng ke Dubai. Kepala perusahaan, Tatsushi Ueshima, mengatakan UCC ikut mempertimbangkan perluasan ke bagian lain di wilayah Timur Tengah. Misalnya Saudi Arabia.

Sementara itu, Kokubo Ice, produsen es batu yang dihancurkan, juga sudah memasuki pasar Timur Tengah. Mereka mulai mengirim produk untuk iced coffee ke Dubai tahun 2015. Kokubo Ice lebih banyak menjual produknya ke toko-toko Jepang di sana. Namun berencana memperluas penjualan ke peritel lokal.

Kemudian, Ezaki Glico sebuah perusahaan pembuat camilan utama di Jepang, ikut mempertimbangkan ekspor produk ke Timur Tengah. Besarnya populasi umat Muslim memicu pasar makanan di Timur Tengah ikut berkembang. Menurut Japan External Trade Organization, pasar makanan dan minuman halal diharapkan tumbuh $2.53 triliun di seluruh dunia tahun 2019. Jumlahnya kira-kira dua kali lipat tahun 2013.

Sedangkan pada bulan Februari, sebuah lembaga sertifikasi halal yang didukung pemerintah UEA diluncurkan di Tokyo. Ini memberi kesempatan bagi bisnis Jepang untuk cepat mendapat sertifikasi dan menjual lebih banyak produk di daerah yang didominasi Muslim.

Diharapkan pula dengan ajang Olimpiade di Jepang pada 2020 mendatang, akan ada satu juta orang yang mengunjungi Jepang, atau peningkatan empat persen dari jumlah total wisatawan saat ini, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 18,7 persen pada 2020 berdasarkan perkiraan dari Crescent Rating. (nat/dbs)


Back to Top