Dipadati Ribuan Pengunjung, Ini Kata MUI Tentang Wisata Syariah Beach di Banyuwangi

gomuslim.co.id- Langkah pemerintah Banyuwangi menyulap Pulau Santen menjadi wisata syariah Beach mendapat respon positif dari masyarakat. Ribuan pengunjung berbondong-bondong mendatangi pantai yang berlokasi di Kelurahan Karangrejo itu. Pada liburan akhir pekan lalu saja, sudah ada 2000 wisatawan yang datang.

Hal demikian disampaikan Slamet Efendy (40), seorang pengelola wisata Syariah Beach, Selasa (07/03/2017). Menurutnya, minat masyarakat untuk berwisata ke pulau ini meningkat setelah pemerintah Banyuwangi meresmikan pantai. “Minggu kemarin ada 800 karcis habis. Mereka sebagian besar boncengan. Itu belum yang jalan kaki. Jadi ada 2000-an pengunjung yang datang," ujarnya.

Menurutnya, jumlah kunjungan yang cukup besar dibandingkan sebelumnya. Hal itu  membuat Slamet dan masyarakat Pulau Santen sempat kewalahan melayani pengunjung. Terutama untuk memisahkan lokasi khusus perempuan dan laki-laki. “Sempet kewalahan, misah yang laki dan perempuan. Sejak dua hari lalu juga dibantu Satpol PP perempuan ini," ujar pria yang juga menjadi Ketua RT 02 lingkungan Pulau Santen ini.

Saat pengunjung memasuki kawasan Syariah Beach, terlebih dahulu akan menikmati sensasi jalan kaki menyeberang jembatan menuju Pulau Santen. Baru kemudian akan melihat batas pemisah antara pantai khusus perempuan dan Laki-laki. Setiap pengunjung yang datang ke Pulau Santen diwajibkan membawa kantong plastik untuk menampung sampahnya sendiri, baru kemudian dibuang di tong sampah.

Selain itu, setiap pengujung juga diharuskan mengenakan pakaian yang sopan dan setiap masuk waktu solat, semua aktivitas hiburan di pantai harus jeda. "Syariah ini cuma segmentasi saja, semua agama boleh masuk di tempat ini. Begitu masuk yang kanan khusus perempuan, yang kiri untuk Laki-laki," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beberapa waktu lalu.

Pengunjung yang datang ke Syariah Beach sementara ini bisa menikmati duduk santai di bawah payung sambil menikmati laut dengan latar Pulau Bali. Ke depan, Bupati Anas akan mengembangkan fasilitas wisata mulai dengan perbaikan jembatan hingga menyediakan permainan untuk Anak-anak. "Ini memang sengaja dipercepat untuk menumbuhkan budayanya terlebih dahulu. Baru kemudian bangunan fisiknya. Nanti kalau tidak ada CSR-ya menggunakan APBD," ujarnya.

Nurul (24), salah satu pengunjung perempuan mengatakan dibandingkan sebelumnya Pulau Santen jauh lebih bersih. Sementara dia sendiri bersama teman-temannya juga penasaran untuk menikmati sensasi berwisata pantai khusus perempuan. "Kalau dibandingkan sebelumnya ya jauh. Dulu ini kan kumuh, banyak sampah. Sekarang ke sini penasaran ingin menikmati wisata yang menyediakan khusus perempuan," ujar Nurul.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun memberikan apresiasi kepada Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi yang telah mengembangkan pariwisata syari'ah dengan meresmikan wisata Syariah Beach ini. gebarakan ini bisa dijadikan role model untuk dikembangkan di daerah lain.

Menurut Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Saadi Kebutuhan masyarakat untuk tempat wisata yang memenuhi ketentuan syariah sangat besar.  "Hal ini disamping merupakan peluang bisnis yang bagus, juga bisa menepis image bahwa tempat wisata itu identik dengan tempat maksiat, mesum dan berhura-hura. Jadi Pemerintah atau pemerintah daerah harus bisa menangkap peluang bisnis ini dalam rangka menggenjot program pariwisata nasional," katanya, Rabu (8/3/2017).

Pariwisata syariah, kata Zainut, adalah bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan Muslim. Pelayanan wisatawan dalam pariwisata syariah merujuk pada ajaran agama Islam. "Salah satu contoh dari bentuk pelayanan ini misalnya hotel yang tidak menyediakan makanan yang mengandung babi atau minuman yang mengandung alkohol, memiliki kolam renang serta fasilitas spa yang terpisah antara pria dan wanita," lanjutnya.

Selain hotel, transportasi dalam industri pariwisata syariah juga harus memakai konsep Islami. Penyedia jasa transportasi, biro travel wajib memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam melaksanakan ibadah selama perjalanan.

"Kemudahan ini bisa berupa penyediaan tempat sholat di area wisata, tidak adanya makanan atau minuman yang mengandung alkohol, babi dan makanan haram lainnya dan adanya hiburan yang tidak sesuai dengan syariat Islam," ucapnya. (njs/dbs)

Baca juga: 

Pulau Santen: Pantai Halal Pertama di Indonesia Ada di Banyuwangi


Back to Top