Kembangkan Wisata Halal, Kota Mataram NTB Akan Bangun Taman Syariah

gomuslim.co.id- Setelah Kota Pare-pare membuat wisata berkonsep Islami bernama Taman Syariah, kini Pemerintah Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) pun akan membuat hal serupa. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kota Mataram akan membangun ‘Taman Jomblo' dengan menerapkan konsep syariah.

Menurut Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram Nanang Edward, taman tersebut dihajatkan sebagai tempat interaksi bagi para pemuda dan pemudi yang belum memiliki calon pasangan. "Konsepnya taman syariah, karena pemasangan bangku di seputaran taman tersebut terpisah satu-satu atau hanya muat satu orang," ujarnya, Rabu (08/03/2017).

Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa dengan memasang satu titik satu bangku, menutup peluang dimanfaatkan untuk duduk berdua bagi pengunjung yang bukan muhrim. "Bukan artinya bangku yang sudah kita pasang saat ini di sejumlah taman yang muat untuk dua orang membuka peluang bagi pengunjung yang bukan muhrim, tapi setiap taman memiliki konsep yang berbeda dengan batasan yang wajar," katanya.

Taman tersebut rencananya akan dibangun di Jalan Udayana. Dengan konsep tersebut, pembangunan taman ini merupakan bagian implementasi moto Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya. "Selain itu, kita juga mendukung promosi wisata halal di daerah ini," ungkapnya.

Konsep pemasangan satu titik satu bangku kecil itu sudah diuji-cobakan di Taman Adipura, dengan warna warni yang menarik. Sebelumnya, Kepala DPKP Kota Mataram HM Kemal Islam mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan kajian dan mencari nama terbaik untuk pembangunan taman tersebut.

"Pasalnya, nama 'Taman Jomblo' masih pro-kontra di tokoh agama dan tokoh masyarakat," katanya.

Namun demikian, proses rencana pembangunan taman tersebut tetap berlanjut, dan direncanakan pembangunan akan mulai pada triwulan kedua dengan konsep yang sudah ada. "Anggaran pembangunan sudah kita siapkan sebesar Rp 700 juta yang bersumber dari pemerintah. Jadi bisa saja kita bangun dulu baru mencari namanya," ucapnya.

Menurut dia, luas lahan tersebut sekitar 25 are, namun karena kondisi lahan tidak rata maka terlebih dahulu akan diuruk agar rata dengan Jalan Udayana. "Sementara untuk areal bermain sepeda BMX akan dialihkan ke belakang tugu Bumi Gora," kata dia.

Harapannya, taman tersebut bisa menjadi ajang interaksi, olah raga dan edukasi bagi masyarakat di kota ini. Selain itu, di taman itu nantinya akan dibuat lebih spesifik dan dilengkapi dengan fasilitas jaringan internet gratis.

Berdasarkan data Dinas Pertamanan Kota Mataram menyebutkan jumlah taman kota aktif atau yang bisa dikunjungi di Kota Mataram saat ini terdapat di 13 titik, sementara taman pasif 16 titik. Jumlah taman kota akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan di kota, karenanya pihaknya terus melakukan indentifikasi terhadap lahan-lahan milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan menjadi taman kota. (njs/dbs)


Back to Top