Pemuda Muslim Asal Khasmir Ini Ciptakan Stasiun Radio Islam Online

gomuslim.co.id- Seorang pemuda wilayah Kashmir, Srinagar, India, Muhammad Aamir Manzoor tergugah untuk menyadarkan pemuda Kashmir tentang ajaran Islam yang sebenarnya. Ia meluncurkan stasiun radio Islam online yang bernama Saut-ul-Islam.

Dia mengatakan saat ini banyak pemuda di Kashmir yang menjalani kehidupan di luar ajaran Islam. Mereka lebih tertarik melakukan kegiatan yang dilarang oleh syariat Islam, seperti mengonsumsi obat terlarang serta menderita depresi. 

Karena permasalahan tersebut, pria berusia 26 tahun ini memutuskan untuk menciptakan stasiun radio ini untuk menididik generasi muda menjalani kehidupan sesuai ajaran Nabi Muhamamad dan Alquran.

"Ide stasiun radio datang ke pikiran saya karena cara orang berbicara tentang generasi pemuda di Kashmir. Mereka hanya berbicara dan tanpa melakukan apa-apa untuk mengubah hal itu. Jadi, aku merasa perlu untuk memulai sesuatu yang dapat menghubungkan pemuda dengan ajaran Islam," ujar alumni Boarding School Tangamarg ini, seperti dilansir dari publikasi newindianexpress. dan saat ini tengah menyelesaikan Magister Studi Islam.

Gagasan baik dari mahasiswa Magister Studi Islam ini pun disambut  baik oleh teman-teman dan keluarganya, mereka turut memberikan kontribusi melalui dana. Sementara untuk menutupi kekurangannya ia tambahkan dari uang tabungan.

Sebenarnya, proyek stasiun radio Saut-ul-Islam sudah diresmikan pada bulan Juli 2016, namun sempat ditunda sampai Desember karena ada suatu kendala. Pada siaran uji pertamanya vokalis terkenal Zubair Salafi menjadi pengisi dan menyanyikan lagu Nasyid.

Kemudian seminggu setelahnya barulah stasiun ini berhasil diluncurkan. Untuk memastikan bahwa stasiun radio berjalan lancar selama 24 jam sehari, Aamir telah mempekerjakan staf profesional termasuk editor, dan RJs untuk stasiun nya.

Terlepas dari acara hiburan Halal, Saut-ul-Islam berencana untuk membuat siaran diskusi dan debat mengenai isu-isu sosial seperti pengangguran, pernikahan, mas kawin, bunuh diri dan lain sebaginya. Sehingga pendengar mendapatkan pemahaman tentang isu-isu ini dari perspektif Islam.  Stasiun radio Saut-ul-Islam juga berencana menyediakan platform untuk pemuda Kashmir berbakat yang mungkin tidak mendapatkan ruang di media mainstream.

Program tersebut antara lain Dars e Quran, Dars e Hadis, dan Alim Online juga akan membantu untuk mendidik generasi muda dan masyarakat umum tentang ajaran Islam. “Insya Allah. masalah kesehatan juga akan dibahas. Selain itu, akan menjadi platform umum,” pungkas Aamir.

Dirinya pun tengah bekerja untuk menjangkau situs, aplikasi android dan aplikasi IOS untuk menjangkau orang-orang di setiap sudut dunia. "Di masa depan kami berniat untuk memulai sebuah stasiun TV Islam,” katanya.

Sementara itu terlepas dari perannya di stasiun radio Saut-ul-Islam, Aamir juga pendiri dan presiden Islam Persaudaraan (Kashmir), Editor-in-Chief of The Islamic Revival (Majalah), Ketua Pusat Bantuan Kemanusiaan, Islamic Global School atau Rawzat ul Atfaal di Pra-Sekolah. (nat/newindianexpress/dbs)

 

 


Back to Top