Sambut Pekan Kebudayaan 2018, Disbudpar Aceh Gelar Lomba Maskot

gomuslim.co.id- Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang ke-7 di tahun 2018, Pemerintah Aceh terus bersiap diri. Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar lomba pemuatan mascot PKA untuk kegiatan promosi secara masif dan menyeluruh.

Adapun, maskot Pekan Kebudayaan Aceh ke-7 adalah ikon budaya kebanggaan masyarakat Aceh yang mencerminkan keragaman, kekayaan adat dan budaya Aceh.

Lomba Maskot PKA memiliki ketentuan sebagai berikut; maskot dibuat dalam bentuk gambar atau rupa tiga dimensi yang dipersiapkan untuk membantu promosi dan sosialisasi penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh ke-7 Tahun 2018.

Sedangkan untuk lingkup materi Maskot; Maskot Pekan Kebudayaan dan Aceh ke-7 adalah ikon kebanggaan masyarakat Aceh yang mencerminkan keragaman dan kekayaan adat dan budaya Aceh, Maskot harus mencerminkan kekayaan dan keragaman adat dan budaya Aceh, Maskot harus dapat dibuat dalam bentuk komik dan tampilan 3 dimensi, dan Masyarakat luas adalah yang akan menjadi peserta yang mengikuti lomba sekaligus menjadi objek promosi dan sosialisasi Pekan Kebudayaan Aceh ke-7 Tahun 2018.

Lomba ini terbuka untuk umum, kecuali bagi pegawai dan keluarga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Lomba dimulai tanggal 6 Maret sampai dengan 31 Maret 2017. Pengiriman terakhir disain maskot pada tanggal 31 Maret 2017 (Cap Pos).

Keaslian orisinalitas karya (Image, Vector, Ilustrasi, Desain, Typografi, dan Objek Visual lainnya) dapat dipertanggungjawabkan dan bukan hasil menjiplak karya orang lain yang dimodifikasi serta tidak menjiplak karya orang lain yang dimodifikasi serta tidak memakai elemen yang melanggar hak cipta atau etika pembuatan karya cipta. Jika terbukti terjadi pelanggaran tersebut, karya akan dianulir dan atau dibatalkan kemenangannya.

 

Pengumuman pemenang tanggal 1 Mei 2017, melalui pemberitaan media massa dan  website www.disbudpar.acehprov.go.id. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Mia Ghani +6285277904494.

Adapun, hadiah pemenang lomba adalah Juara I : Rp10.000.000 (Sepuluh juta rupiah),  Juara II : Rp7.000.000 (Tujuh juta rupiah), Juara III : Rp5.000.000 (Lima juta rupiah), dan Juara Favorit I-V : Rp500.000 (Lima ratus ribu rupiah)

Untuk diketahui, sejarah mencatat bahwa PKA I diselenggarakan pada tahun 1958. ketika itu ide penyelenggaraan acara PKA I ini diilhami oleh kesadaran tokoh-tokoh Aceh saat itu pentingnya penyelesaian sesuatu melalui pendekatan budaya.

Ada tiga pejabat yang menjadi trio lahirnya islah kebudayaan ini. Mereka mencurahkan perhatiannya untuk pelestarian kebudayaan. Trio itu adalah Gubernur A. Hasjmy, ketua penguasa Perang/Panglima Komando Daerah Militer Aceh Letkol Syamaun Gaharu dan Mayor T. Hamzah Bendahara.

Ide PKA I ini dicetuskan didasarkan kepada beberapa motivasi saat itu, di antaranya, keinginan memulihkan Aceh secara total setelah peristiwa DI/TII pada tahun 1950-an. Banyak usaha ke arah itu dilakukan (Pemda dan masyarakat) yang berada di luar Aceh dalam upaya memulihkan keamanan. Misalnya, masyarakat dan mahasiswa Aceh di Bandung yang tergabung dalam IPS (Ikatan Pemuda Seulawah) mengadakan Kongres Pelajar/Mahasiswa Aceh pada tahun 1956 di bawah pimpinan AK Yacoby di Jakarta.

Sampai saat ini Pekan Kebudayaan Aceh pun terus diselenggarakkan. Hal ini membuat Aceh menjadi salah satu destinasi wisata terkuat di Indonesia yang mampu menarik perhatian para turis lokal dan mancanegara lewat beragam festival budayanya. (fau/disbudparaceh)


Back to Top