Menag Resmikan Pemajangan Kiswah Kakbah dari Raja Salman di Masjid Istiqlal

gomuslim.co.id- Kunjungan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz AlSaud pada pekan lalu memberikan kesan tersendiri bagi umat Islam di Tanah Air. Salah satu yang menarik perhatian adalah pemberian kenang-kenangan berupa Kiswah (Kain Penutup) Kakbah kepada pengurus Masjid Istiqlal, Jakarta.

Pihak Masjid Istiqlal pun kini memajang dan membingkainya dengan frame berwarna emas. Bingkai ini tampak serasi dengan tulisan Surat Al-Baqarah ayat 125 di Kiswah yang juga berwarna emas. Kiswah tersebut dipajang di lantai utama Masjid Istiqlal, tepatnya di dinding bagian paling depan. Posisinya juga berada di bagian tengah dinding dimana para jemaah bisa dengan mudah melihatnya.

Pada kesempatan yang sama, Masjid Istiqlal juga menggelar acara khusus untuk meresmikan penandatanganan piagam pemajangan kiswah Ka'bah ini, pada Jumat (10/3/2017). Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengatakan, kiswah ini ditujukan sebagai hadiah untuk seluruh umat muslim di Indonesia.

Masjid Istiqlal, kata dia, dipilih sebagai tempat yang mewakili seluruh umat Islam di Indonesia. "Karena itu, Kiswah ini diletakkan di tempat yang sangat istimewa, yang kita mudah melihatnya. Ini pertama kali seorang raja menghadiahkan ini (kiswah) ke Indonesia. Dan ini wujud dari kecintaan sang raja kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujar Lukman.

Biasanya, kata Lukman, kiswah hanya diberikan oleh keluarga Kerajaan Arab Saudi. Seperti pangeran kepada orang-orang tertentu. Tapi yang untuk Istiqlal ini dibawa langsung raja. Kiswah yang dipajang di atas mimbar Masjid Istiqlal ini juga semakin istimewa karena ukurannya cukup besar. "Biasanya yang diberikan itu potongan-potongan yang tidak sebesar ini, hanya kecil saja. Dan itu diberikan memang untuk orang-orang khusus sebagai bentuk penghormatan," papar Lukman.

Menag menambahkan ada 5 hal yang istimewa dalam peristiwa kali ini. “Pertama, yang akan kita resmikan adalah pemasangan ayat suci Alquran. Tentu kita sama tahu ayat suci acuan, pedoman kita bersama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Dan ayat suci Al-Baqarah ayat 125 inilah yang nanti akan kita resmikan dipasang," ujar Lukman.

Lukman menjelaskan, terdapat lima hal yang istimewa dari pemberian Raja Arab Saudi tersebut. Pasalnya, terdapat ayat suci Alquran dalam kain kiswah yang merupakan pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

"Pertama yang akan kita resmikan adalah pemasangan ayat suci Alquran. Tentu kita sama tahu ayat suci itu acuan atau pedoman kita bersama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Dan ayat suci Al Baqarah Ayat 125 inilah yang nanti akan kita resmikan akan dipasang," kata dia.

Keistimewaan kedua dari kiswah itu, sambung Lukman, lantaran merupakan penutup Baitullah atau 'Rumah Tuhan'‎ bagi pemeluk agama Islam. "Yang kedua, ayat suci ini menjadi istimewa karena dia terpasang sebagai kiswah. Dan kita ketahui kiswah punya makna tersendiri karena dialah sebagai pelindung, sebagai cover penutup Kakbah, Baitullah yang tentu memilik nilai yang luar biasa," jelas Lukman.

Lukman menuturkan, keistimewaan lainnya dari kiswah itu lantaran didatangkan langsung oleh Sri Baginda Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud sebagai hadiah untuk umat Islam Indonesia. "‎Yang ketiga, keistimewaannya adalah bahwa ayat Alquran dalam bentuk kiswah itu didatangkan langsung oleh seorang Raja Arab Saudi. Yang merupakan hadiah, hadiah ini langsung dibawa langsung oleh seorang raja, tentu memiliki keistimewaan yang luar biasa," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa keistimewaan keempat dari kiswah yang bertuliskan Surah Al Baqarah Ayat 125 itu adalah pemilihan Masjid Istiqlal yang ditunjuk oleh umat Islam Indonesia sebagai lokasi tempat pelestariannya. "Dan yang kelima, rasa syukur kita keistimewaannya adalah oleh Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal hadiah istimewa ini ditempatkan pada tempat yang istimewa, tempat yang oleh semua kita dengan mudah bisa melihatnya," tutup Lukman.

Hal serupa disampaikan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Muzamil Basyurni. "Kenapa diletakkan persis ditengah? Agar semua orang berhak melihatnya dengan aman dan nyaman. Ini tanda manifestasi kita kepada orang yang begitu peduli dengan kita. Ini hadiah yang tidak ternilai," ucap Muzamil. (njs/dbs)


Back to Top