Kembali ke Layar Lebar, Film 'Ayat-Ayat Cinta 2' Akan Tayang Akhir Tahun Ini

gomuslim.co.id- Setelah sukses di sekuel pertama, film layar lebar Ayat-Ayat Cinta, Rumah, produksi MD Pictures kembali memproduksi sekuel kedua di tahun ini. Film yang diadaptasi dari kelanjutan novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy itu dijadwalkan rilis pada Desember 2017.

“Kehadiran sekuel pertama Ayat-Ayat Cinta di 2008 sukses luar biasa dengan perolehan penonton mencapai 3,687 juta. Kami akan all out agar film keduanya tak kalah fenomenal,” ujar Manoj Punjabi selaku produser.

Pihaknya mengaku optimis melihat minat tinggi terhadap novel Ayat-Ayat Cinta 2 yang rilis 2015 silam. “Pekan pertama sejak diluncurkan, novel yang dirilis penerbit Republika itu terjual sebanyak 10 ribu eksemplar dan kini sudah terjual lebih dari 120 ribu, belum termasuk yang terbit di negara lain,” paparnya.

Ayat-Ayat Cinta 2 masih berkisah tentang Fahri sebagai tokoh utama pria, namun kini ia tengah bersedih karena mencari istrinya Aisha yang hilang. Selain mengenai kehidupan cintanya, konflik yang dialami Fahri secara keseluruhan juga sangat berbeda dan lebih matang, baik dari segi drama maupun twist cerita.

Untuk menghadirkan hal itu, Manoj menggandeng Guntur Soeharjanto sebagai sutradara serta Ivan Ismail dan Alim Sudio sebagai penulis skenario. Proses syuting akan berlangsung mulai Juli 2017 di Indonesia, Skotlandia, Inggris, dan beberapa negara Eropa.

Kehadiran aktor Fedi Nuril akan kembali  mengisi peran Fahri, didampingi beberapa pemeran utama wanita yang sampai saat ini masih dalam proses seleksi ketat. Manoj mengatakan, bukan persoalan mudah menentukan pemeran karakter perempuan penting dalam film besar sekelas Ayat-Ayat Cinta 2.

“Perlu formula dan strategi khusus untuk membuat film yang sekuel pertamanya tayang sembilan tahun lalu ini. Oleh karena itu, jalan cerita dan pemilihan tokohnya harus pas,” harap Manoj.

Sementara itu, penulis novel AAC 2 Habibburachman El Sherazy menyatakan ada sedikit cerita tentang AAC 2 ini yang paling berat karena bebannya sangat berat dengan kesuksesan yang pertama. “Novel AAC 2 ini ditulis karena banyak permintaan pembaca. Tentunya pembaca ingin yang lebih baik dari AAC pertama. Jadi, permintaan muncul dari pembaca setelah mereka tonton film AAC pertama,” ujarnya.

Ditambahkan pula oleh sutradara Guntur Soeharjanto, dirinya mengaku tertantang sejak pertama kali mendapat kepercayaan menyutradari AAC 2. Menurutnya film AAC pertama adalah mahakarya dengan penonton yang begitu banyak dan film yang begitu bagus.

“Saya berpikir lama dan membaca ulang. Saat saya baca, saya yakinkan bahwa saatnya kita bikin film lebih bagus. Dengan isi cerita yang komplet. Bagi saya, banyak hal yang baru dari yang pertama. Saya yakin akan sesuai dengan penonton sekarang. Yang jadi pekerjaan rumah adalah bagaimana saya menghidupkan karakter Fahri dengan dimensi yang berbeda,” tukasnya. (nat/dbs)

 


Back to Top