Lulus dari Universitas King Abdulaziz, Tiga Hijabers Ini Jadi Insinyur Wanita Pertama di Arab Saudi

gomuslim.co.id- King Abdulaziz University (KAU) menggelar wisuda atas kelulusan tiga insinyur wanita pertama, mereka adalah insinyur listrik dan insinyur industri. Dekan yang seorang wanita dari Fakultas Elektronik dan Teknik Industri, KAU, Hanaa Al-Naeem mengucapkan selamat kepada tiga wisudawati dan orang tua dari ketiganya atas pencapaian dan prestasi mereka.

"Universitas ini telah meluluskan generasi baru masa depan, sementara itu acara wisuda kali ini juga meluluskan mahasiswa dari Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial; Fakultas Komunikasi dan Media; Fakultas Desain dan Seni; Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi; Fakultas Pendidikan dan  Bahasa Inggris, " papar Al-Naeem.

Dia mengatakan kalau universitas juga telah memberikan keterampilan khusus bagi para fresh graduate.

"Dengan adanya lulusan wanita dari Teknik Elektronik dan Teknik Industri, wanita diberikan kesempatan untuk menjadi pelopor dalam masyarakat. Mereka akan membangun masyarakat dan memberikan pandangan baru, " pungkas Al-Naeem, seperti dilansir dari publikasi SaudiGazette. 

Selain itu, Ulla Al-Baity yang merupakan salah satu lulusan terbaik mengatakan bahwa dirinya dan teman-temannya merasa bangga berhasil lulus. 

"Rekan-rekan saya dan saya sangat bangga menjadi lulusan wanita pertama dari Fakultas Teknik dan Teknik Industri universitas negeri, kita tidak bisa menunggu untuk membuktikan kemampuan  kita di dunia kerja, ujar Al-Baity.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Walaa Balamash yang juga merupakan salah satu lulusan terbaik. "Kami memiliki banyak tantangan di depan. Tapi kami yakin bahwa kami akan membuktikan kalau kami layak berada di tempat kerja sebagai insinyur," tegasnya.

Sementara itu wanita lulusan terbaik Rahaf Al-Harby juga turut berpendapat. "Kami sangat bangga dan bersyukur menjadi lulusan wanita pertama dari sebuah universitas negeri.  Kami yakin perguruan tinggi lainnya pun demikian, akan mengikuti jejak kami,” tandas Al-Harby.

Di Arab Saudi kaum wanita hidup di bawah pengawasan dan pengawalan anggota keluarganya dari golongan kaum laki-laki. Kaum wanita tidak diperbolehkan mengemudi mobil seorang diri. Di tempat umum, kaum wanita harus mengenakan pakaian yang menutup aurat dari kepala hingga kaki.

Namun sejak tahun 2011, ketika mendiang Raja Abdullah menyatakan wanita bisa bergabung dalam badan penasihat pemerintah Dewan Syura, situasi untuk kaum wanita di Saudi mulai berubah. Langkah ini memicu perekonomian yang lebih beragam, juga mendorong lebih banyak wanita yang bekerja dan mengurangi ketergantungan pada minyak. 

Wanita di Saudi kini bisa bekerja di bidang retail dan di rumah sakit. Wanita juga diizinkan ikut serta dalam Olimpiade untuk pertama kalinya pada tahun 2012. Tahun lalu, kaum wanita memiliki bagian sendiri dalam otoritas olahraga Saudi. Sedangkan untuk tahun ini, Bursa Saham Saudi memiliki direktur wanita pertama, Sarah al-Suhaimi. 

Saudi saat ini menempati ranking 141 dari 144 negara dalam daftar Global Gender Gap 2016, yang merupakan laporan tahunan oleh Forum Ekonomi Dunia, yang menaksir bagaimana kiprah wanita dalam sektor ekonomi, politik, kesehatan dan pendidikan. (nat/saudigazette/dbs)


Back to Top