Hafal Kitab Aqidatul Awam dan 10 Juz Alquran, Siswi MAN IC Ini Bercita-cita Jadi Dokter

gomuslim.co.id- Mahir di bidang ilmu agama dan menguasai ilmu sains modern. Begitulah gambaran cita-cita besar dari dibangunnya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia. Sekolah yang ada dibawah naungan Kementerian Agama ini memang selalu mencetak generasi muda yang kaya akan prestasi. Salah satunya adalah Naurasyifa (Naura).

Gadis yang tercatat sebagai siswi di MAN Insan Cendekia Paser Kaltimantan Timur ini berhasil menghafalkan kitab kuning Aqidatul 'Awam. Dia mempelajari kitab itu di asrama MAN IC Paser dalam bimbingan gurunya yang alumni Pondok Pesantren Al-Mustaqimiyah, Lumajang Jawa Timur, Mariyatul Qibtiyah.

Untuk diketahui, Kitab Nazhom Aqidatul Awam sendiri berisi syair-syair tentang Tauhid. Kitab ini dikarang Syaikh as-Sayyid al-Marzuqiy, Mufti Mazhab Maliki di Mekkah yang lahir sekitar tahun 1205 H di Mesir.

Selain itu, anak pertama dari tiga bersaudara ini lahir dari pasangan ayah bernama Budi Hartika Eko dan seorang ibu bernama Dewi Kartika hafal 10 juz Alquran. Hari-hari di asrama di MAN IC Paser diisinya dengan murojaah hafalan. Naura sendiri sebelumnya pernah nyantri di Pesantren Trubus Iman. Saat ditanya soal cita-citanya, Naura mengaku ingin menjadi dokter.

Direktur Kurikulum Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M. Nur Kholis Setiawan mengapresiasi civitas MAN IC Paser yang serius mengembangkan madrasah unggul dengan sistem pesantren. "Prestasi siswi MAN IC Paser menjadi titik awal bagi berkembangnya tradisi mempelajari sekaligus menghafal kitab-kitab ulama di kalangan madrasah," kata Nur Kholis, Senin (13/03/2017).

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berharap upaya menjadikan siswa madrasah menguasai kitab kuning tidak saja menjadi model di MAN IC, namun juga bisa ditiru madrasah lainnya. Terobosan ini penting dalam rangka memperkuat pelajaran keagamaan di madrasah di seluruh Indonesia.

Kepala MAN IC Kalimantan Timur Khoirul Anam merasa bangga ada siswinya yang dapat menghafal Alquran sekaligus kitab kuning yang menjadi ciri khas pesantren nusantara. Anam mengaku bahwa MAN Insan Cendekia sebagai madrasah berasrama memang didesain layaknya pondok pesantren. "Pembelajaran kitab kuning menjadi sesuatu yang wajib diajarkan kepada siswa/I kami di MAN IC," kata Anam.

Sementara itu, MAN IC sendiri telah membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang berlangsung dari 1 sampai 25 Februari 2017 lalu. Ribuan siswa mengikuti proses pendaftaran yang dilakukan secara online ini.

"Dari hasil seleksi berkas yang berlangsung sampai 28 Februari lalu, telah terjaring 7.582 orang calon. Daftar nama siswa yang lolos seleksi ini akan akan diumumkan pada 11 Maret 2017 untuk mengikuti tes," terang Nur Kholis.

Menurutnya, pendaftaran dilakukan secara online untuk memudahkan akses seluruh anak bangsa terhadap madrasah unggulan, semacam MAN IC. Pada tahun 2017, Ditjen Pendidikan Islam akan menerima 1.916 siswa/i yang akan ditempatkan di 20 MAN Insan Cendekia se-Indonesia. "Test tertulis rencananya dilaksanakan pada 18 Maret 2017, dan hasilnya dimumkan pada 10 April 2017," ujarnya.

Kasubdit Kesiswaan Dit KSKK Madrasah Abdullah Faqih menambahkan bahwa tes seleksi akan diselenggarakan di 29 Provinsi dengan 38 titik tes, antara lain: MAN IC, Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi, dan madrasah yang ditunjuk. "Materi tes terdiri dari Tes Potensi Belajar (TPB), Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS, serta PAI dan Bahasa Arab," ungkapnya. (njs/kemenag/dbs)

 


Back to Top