Narapidana di Arab Saudi Ini Tulis Tangan Semua Ayat Alquran dalam Waktu Empat Bulan

gomuslim.co.id- Setiap orang jahat punya masa depan dan setiap orang baik selalu punya masa lalu. Ungkapan ini sering kita dengar sebagai nasehat bahwa manusia itu bisa berubah tergantung kehendak dan keteguhan hatinya. Saat seseorang melakukan kesalahan, bukan berarti dia tidak punya sisi baik dari kehidupannya.

Seperti kisah seorang Narapidana Penjara Dhahban di Jeddah, Arab Saudi yang satu ini. tembok penjara tidak menjadi penghalang baginya untuk berkarya positif. Dalam masa tahanan itu, dia telah menulis seluruh 30 juz dari Alquran. Hebatnya lagi, tulisan tangannya itu bisa selesai hanya dalam waktu empat bulan saja. Tulisannya malah telah diperinci dan diperjelas.

Hal ini diketahui setelah seorang dermawan mengunjungi penjaga dan meminta para tahanan ikut di dalam satu kompetisi. Kompetisi mengangkat tema 'Dengan tangan saya, saya menulis Alquran'. Para peserta diberikan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, dan dijanjikan dengan hadiah yang layak.

"Dengan menyelenggarakan kontes tulisan tangan, saya ingin membantu narapidana-narapidana menghafal seluruh Alquran dengan hati. Selain itu, saya juga berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi setiap narapidana," kata derwanan yang enggan sebutkan namanya itu.

Ternyata, seseorang mampu menyelesaikan pekerjaan hanya dalam waktu empat bulan, dan jadi yang pertama di kompetisi tersebut. Orang itu hanya butuh waktu empat bulan menulis, dan sebulan lagi untuk melengkapi tanda baca. Waktu cepat tersebut terbantu dengan hafalan Alquran yang ia jaga.

"Saya sudah hafal 20 juz dari kitab suci dengan hati dan mampu menghafal sisa 10 juz ketika saya menyelesaikan Alquran tulisan tangan saya. Ini sesuatu yang baik buat saya," ujar narapidana tersebut seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette, Senin (13/3/2017).

Ia mengungkapkan bahwa kontes itu tidak terbatas di Penjara Dhahban saja, tapi banyak penjara lain di Arab Saudi dan beberapa negara Teluk. Hasil karyanya atau salinan tulisan tangan Alquran itu sekarang telah dikirim ke pihak yang berwenang menjalani pemeriksaan akhir.

"Awalnya saya ragu-ragu untuk melakukan ini. Saya tidak pernah percaya akan bisa menulis seluruh kitab suci ini dengan tangan saya sendiri. Tetapi ketika saya memulai pekerjaan ini, hari demi hari semakin menjadi mudah,” katanya.     

Sekedar informasi, di Arab Saudi sendiri, ruang tahanan untuk narapidana tidak seperti penjara pada umumnya. Di sana terdapat rumah sakit, ruang tahanan yang luas bahkan ada ruangan khusus bagi tahanan yang memiliki istri atau keluarga ketika berkunjung.

Bahkan, dalam program deradikalisasinya, Arab Saudi melibatkan ratusan ahli untuk memberikan pemahaman kepada para napi agar tak kembali menentang Islam yang sebenarnya dan nilai-nilai kebangsaan yang dianut. Di samping melakukan dialog dan komunikasi aktif dengan para napi. (njs/saudi gazette/dbs)

 


Back to Top