Amphuri Minta Kemenag Tinjau Ulang Aturan Baru Pengurusan Paspor Umrah dan Haji Khusus

gomuslim.co.id- Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) khusus tahun 1438H/2017M bagi jemaah haji khusus paling sedikit 8.000 dolar AS. Ketetapan ini, tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 76 Tahun 2017 yang ditetapkan tanggal 9 Februari 2017. 

Selain itu, Kemenag juga memberlakukan pengurusan paspor umrah dan haji khusus harus mendapatkan rekomendasi dari kantor Kemenag Kabupaten atau Kota terlebih dahulu. Menurut Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis, pemberlakukan rekomendasi ini adalah salah satu hasil keputusan pertemuan lintas kementerian dan badan yang terkait pada 23 Februari 2017 di Kemenkumham dan 6 Maret 2017 di Kementerian Ketenagakerjaan.

Namun demikian, keputusan tersebut menuai kritik dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri). Baru-baru ini, Sekretaris Jenderal Amphuri Firman M Nur menyampaikan, kebijakan terkait rekomendasi sebaiknya ditinjau ulang.

Menurut Firman, aturan baru soal rekomendasi tersebut diklaim untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan paspor umrah dan haji khusus. Umrah seringkali dituding sebagai pintu ilegal tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi.

Firman berharap setiap aturan baru hendaknya megandung nilai keadilan dan tidak diskriminatif. Pasalnya, penyalahgunaan paspor tersebut hanya dilakukan oleh segelintir orang. Sementara itu, imbas dari perbuatan ilegal itu berlaku untuk semuanya. Selain itu, imbuh Firman, Kemenag juga belum mensosialisasikan aturan baru tersebut kepada asosiasi penyelenggara haji dan umrah.

Terkait ketetapan Kemenag soal standar minimum Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus sebesar 8.000 dolar AS, Firman mengungkapkan bahwa angka tersebut tidak berubah dari tahun lalu. Namun demikian, menurutnya, standar pelayanan minimum lebih penting daripada harga standar minimum haji khusus.

Firman menyampaikan penetapan standar pelayanan minimum perlu dilakukan untuk penanganan jamaah haji khusus agar lebih baik. "Jadi yang difokuskan adalah layanannya, bukan harganya. Dengan harga itu, jamaah akan bertanya, mereka akan dapat pelayanan apa saja," ujar Firman. (ihs/dbs)

Baca juga:

Ini Aturan Baru Urus Paspor Umrah dan Haji Khusus Tahun 2017


Back to Top