Industri Perbankan Syariah Makin Berkembang di Oman

gomuslim.co.id- Industri perbankan syariah makin mendunia. Salah satu yang menunjukkan kualitasnya dalam beberapa tahun terkahir adalah bank syariah di Negara Oman yang berkembang sangat pesat. Meski baru diperkenalkan pada 2013, tapi market share perbankan syariah terhadap perbankan secara nasional di Oman sudah mencapai 7,75 persen, sedangkan per Juni 2016 telah mencapai 8,7 persen.

Hal tersebut diungkapkan Head of Sharia Audit and Sharia Compliance Oman Arab Bank Muhammad Iman Sastra Mihajat dalam kuliah umum Islamic Banking in Oman: Prospect, Issues and Challenges di College of Economics and Political Sciences Sultan Qaboos University, pekan lalu. Selain dihadiri oleh mahasiswa dan akademisi, kuliah umum tersebut juga dihadiri oleh Board of Governor Central Bank of Oman Dr. Hatim Al Shanfari.

Dalam kesempatan tersebut,  Iman menyampaikan, berdirinya perbankan syariah di Oman memang sangat telat sekali dibandingkan negara kawasan Teluk lainnya, seperti Uni Emirat Arab yang telah memulainya pada 1975. Sedangkan Oman baru mulai beroperasi pada awal tahun 2013.

 “Saat ini, market share perbankan syariah di Oman mungkin sudah melebihi pada angka 9 persen,” kata Iman, seperti dilansir dari publikasi MySharing.

Lebih lanjut, Iman juga mengatakan bahwa bank syariah di Oman beroperasi setelah mendapatkan lampu hijau dari Sultan Qaboos (pemimpin tertinggi di Oman) berdasarkan Royal Decree 69/2012 pada 6 Desember 2012. Pada 18 Desember 2012, Bank Central Oman juga mengeluarkan Bank Central Oman Circular IB 1 yang mengadopsi beberapa aturan mengenai perbankan syariah.

“Saat ini, Bank Central Oman memiliki kerangka aturan untuk perbankan syariah yang bisa saya bilang termasuk yang terbaik dibandingkan beberapa negara lainnya yang memiliki perbankan syariah di negaranya, termasuk Indonesia sendiri,” pungkas Iman.

Untuk diketahui, Bank Central Oman memiliki Islamic Banking Regulatory Framework dalam versi bahasa Inggris dan bahasa Arab. Regulasi ini mengatur tentang licensing requirements, General Obligations and Governance (termasuk Sharia Governance), accounting standars and auditor reports, supervision and control, capital adequacy, credit risks, market risks, operational risks, liqudity risks dan lain lain.

Iman menuturkan untuk sharia governance, Bank Central Oman menjelaskan secara detail dan lengkap beberapa elemen yang harus dimiliki oleh perbankan syariah yang ingin beroperasi di Oman. Diantaranya Sharia Supervisory Board, Internal Sharia Reviewer, Sharia Compliance Unit, Sharia Audit unit dan Sharia Risk control.

Lanjutnya, saat ini Indonesia, yang telah memulai operasi perbankan syariah sejak tahun 1992, belum memiliki regulasi tentang Sharia Governance. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah berat bagi para dewan komisioner baru Otoritas Jasa Keuangan ke depan. (fau/dbs)

 

 

 


Back to Top