Inilah Produk Houseware Bersertifikat Halal Pertama di Indonesia

gomuslim.co.id- Tingginya permintaan peralatan rumah tangga (houseware) berbahan plastik di Tanah Air membuat merek pendatang baru Medina memutuskan hadir guna meramaikan pasar produk houseware di Indonesia.

Sebagai pendatang baru, Medina harus menawarkan diferesiansi sekaligus added value kepada konsumen Indonesia. Oleh karena itu, Medina hadir sebagai houseware pertama di Tanah Air yang mengusung sertifikasi halal. Tak tanggung-tanggung, dana investasi awal yang ditanamkan Medina mencapai Rp 20 miliar.

Vice Director Business Development Medina, Ferry Cahjadi  mengatakan mayoritas penduduk Indonesia yang Muslim, menjadikan halal sebagai gaya hidup yang terus berkembang. “Gaya hidup halal yang diterapkan tidak hanya untuk konsumsi makanan dan minuman, namun sampai pada produk rumah tangga. Produk Medina secara resmi telah tersertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan akan terus konsisten menjaga kehalalan produk dari hulu hingga hilir,” ujar Ferry.

Pada tahap awal Medina menyasar segmen middle class. Medina meluncurkan 19 jenis produk Beverage Ware dan Dinner Ware sebagai produk unggulannya. Harga yang ditawarkan pun tercatat reasonable, yakni mulai dari Rp 110 ribu hingga 565 ribu.

General Manager Marketing Communication Medina Dewi Hendrati mengatakan saat ini Medina mengusung tagline “Solusi Gaya Hidup Halal”. Adapun brand value yang nantinya menjadi kekuatan dari merek Medina adalah Trust, Inovasi, dan Empowerment.

Pada elemen trust, dijelaskan Dewi, Medina mencoba membangun kepercayaan kepada seluruh pemangku kepentingan lewat sertifikasi halal. Untuk itu, jaminan halal yang ditawarkan Medina dimulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi yang tidak terkontaminasi material non halal seperti alkohol, najis, dan hewan yang tidak diperbolehkan dalam memenuhi syarat halal dari MUI. Termasuk, dalam design aplikasi produk.

“Bahkan, untuk menjamin kehalalan produk, pabrik Medina sudah memiliki Sertifikat Jaminan Halal (SJH) dengan nilai A, yang merujuk pada kualitas implementasi sistem pabrik (fasilitas produksi),” ujarnya.

Kemudian pada elemen Inovasi, diakui Dewi, Medina adalah produk houseware berbahan dasar plastik pertama di Indonesia yang bersertifikat halal. “Selain halal, produk Medina juga dijamin dengan garansi seumur hidup (lifetime warranty) serta kualitas food grade FDA Material Approve yang aman bagi konsumen,” terang Dewi.

Pada elemen Empowerment, Dewi menambahkan, Medina mencoba mengusung smart channel distribution. “Untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dalam mendapatkan produk Medina, kami menunjuk Dusdusan.com sebagai sole distributor kami dimana sistem pembelian dilakukan secara online,” ungkapnya.

Sementara itu, Co Founder dusdusan.com, Christian Kustedi mengatakan produk Medina akan didistribusikan secara eksklusif oleh dusdusan.com yang memungkinkan seluruh konsumen bisa berbelanja sekaligus berwirausaha dengan cara yang praktis. “Di Dusdusan, sistem kerjanya sangat sederhana. Kami yang menyuplai produknya dan kami ajarkan cara jualannya. Member reseller kami merasakan kenyaman dalam berbisnis, karena tidak ada yang namanya upline/downline, tidak ada kewajiban rekrut-rekrut orang, tidak ada tutup poin, dan tidak ada target bulanan. Tujuan kami adalah menjadikan para member belajar berbisnis secara mandiri, menjadi bos dari bisnis mereka sendiri tanpa tekanan dari siapapun,” tegasnya.

Dengan mengusung diferensiasi serta brand value tersebut, Medina optimis untuk mematok penjualan senilai Rp 60 miliar pada tahun pertamanya. “Sementara itu, untuk lima tahun ke depan, Medina menargetkan pangsa pasar sebesar 15% di pasar produk rumah tangga berbahan dasar plastik,” pungas Ferry.

Medina juga memiliki tujuan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui forum yang dapat menginspirasi. Oleh karena itu, melalui kampanye “Medina Inspirasi Talk”, Medina siap menggelar talkshow yang bekerja sama dengan berbagai komunitas wanita di 65 titik di Indonesia. “Kampanye ini bertujuan untuk mendorong wanita, khususnya ibu rumah tangga, untuk dapat bewirausaha serta mengaplikasikan nilai-nilai halal pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (nat/dbs)

 


Back to Top