Tingkatkan Wisata Ramah Muslim, Taiwan Beri Sertifikat Halal untuk 100 Restoran

gomuslim.co.id- Pariwisata halal kini mulai dilirik oleh beberapa Negara. Salah satunya yang kini serius menggarap sektor ini adalah Taiwan. Meski populasi penduduk muslimnya masih minoritas, Negara beribukota Taipei itu telah menyiapkan berbagai sarana penujang bagi turis muslim yang datang seperti Masjid dan makanan halal.  

Baru-baru ini, Biro Pariwiata Taiwan telah memberikan sertifikat halal kepada 100 restoran di Taiwan. Menurut Kepala Biro Pariwisata Taiwan, Chou Yung-hui, pemberian sertifikat tersebut dilakukan secara bertahap seiring dengan menggencarkan promosi ke berbagai Negara.

"Kami berharap angka terus bertambah mencapai 200. Taiwan akan terus  berupaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah terhadap umat Islam dalam upaya untuk menarik pengunjung Muslim,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi focustaiwan (10/3/2017).

Lebih lanjut, Chow mengatakan bahwa pemberian sertifikasi halal ini bekerja sama dengan Asosiasi Muslim China yang berbasis di Taipei. Restoran tersebut akan menyediakan makanan sesuai dengan hukum Islam dan tidak menjual makanan yang mengandung daging babi atau alkohol.

Chou menjelaskan dalam data statistik dari MasterCard, Taiwan berada di peringkat 10 sebagai negara tujuan pariwisata bagi umat Islam pada tahun lalu. Dan pada tahun ini Taiwan diprediksi menjadi peringkat  ke tujuh. "Perubahan ini menunjukkan bahwa Taiwan telah membuat kemajuan untuk menarik wisatawan Muslim. Salah satu indikator utamanya yaitu lebih banyak restoran yang mendapatkan sertifikasi halal," katanya.

Sebagai  upaya untuk mempromosikan restoran bersertifikat halal di Taiwan, Biro Pariwisata menjadwalkan untuk mengundang master chef selebriti dari Malaysia, Dato Fazley Yaakob untuk melayani tamu khusus di paviliun Taiwan dalam acara pameran industri pariwisata di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain mengambil bagian dalam pameran pariwisata di negara-negara Muslim, Biro akan mengeluarkan buklet pariwisata Muslim di Inggris, Malaysia dan Indonesia untuk mempromosikan Taiwan sebagai negara yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Menurut Chou, jumlah pengunjung dari Indonesia mengalami penurunan selama dua tahun terakhir setelah mencapai 36.000 pada tahun 2014. Pengunjung dari Malaysia, mencapai puncak pada tahun lalu dengan jumlah  339.000. Sedangkan pengunjung dari Uni Emirat Arab naik dua kali lipat menjadi 934 pada tahun lalu,  Arab Saudi tumbuh sebesar 28 persen menjadi 273 tahun lalu, dan orang-orang dari Kuwait tumbuh sebesar 8 persen menjadi 126.

Negara di kawasan Asia Timur ini memang menjadi destinasi yang cocok untuk didatangi wisatawan muslim yang ingin mencari wisata halal. Saat ini, Taiwan punya banyak masjid dan pusat keagamaan Islam yang bisa didatangi untuk melakukan aktivitas ibadah dan bersosial.

Dalam buku panduan wisata oleh Biro Pariwisata, Kementerian Komunikasi dan Transportasi Taiwan, setidaknya ada lima masjid besar yang dapat menjadi rujukan bagi wisatawan muslim. Pertama ada Masjid Raya Taipei yang terletak di persimpangan Taman Da'an, Masjid Kebudayaan Taipei di Taipei City, Masjid Long Gang di kota kecil Zhonglo, Masjid Taichung, dan Masjid Tainan. (njs/focustaiwan/dbs)


Back to Top