Ini Penjelasan Tim Penyedia Akomodasi Terkait Negosiasi Kebutuhan Jemaah Haji Indonesia di Mekkah

gomuslim.co.id- Persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2017 terus dilakukan pemerintah baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Berbagai persiapan seperti penyediaan akomodasi untuk jamaah juga tidak luput dari perhatian. Terbaru, proses negosiasi untuk lebih dari 40% kebutuhan akomodasi calon jemaah haji Indonesia telah dilakukan.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penyedia Akomodasi, Nasrullah Jassam baru-baru ini. Menurutnya, sebagian besar dari hotel yang sudah dinego adalah pemesanan ulang (repeat order) dari akomodasi yang sudah digunakan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu. Untuk akomodasi baru proses verifikasinya lebih lama sehingga belum banyak banyak yang dilakukan proses negosiasi

“Yang 40% sudah deal negosiasi, tinggal kontrak saja. Tapi tentu kontrak ini nunggu keputusan besaran BPIH yang sampai saat ini masih dalam pembahasan antara Kementerian Agama dengan DPR RI," paparnya, Selasa (14/03/2017).

Lebih lanjut, Nasrullah mengatakan bahwa hotel yang sudah dinego tersebar di 5 lokasi, yaitu Mahbas Jin, Syisah, Raudhah, Aziziyah, dan Jarwal. "Tim akomodasi saat ini masih terus bernegosiasi dengan para pemiliki hotel di Makkah. So far baik-baik saja untuk Makkah, meski nego agak sedikit alot," tambahnya.

Negosiasi sendiri, lanjut Nasrullah, cukup alot karena rata-rata pemilik hotel ingin menaikan harganya. Kondisi ini dipengaruhi juga oleh kembali normalnya kuota jemaah haji seluruh negara pada musim ini. Akibatnya, kebutuhan terhadap akomodasi jemaah pun meningkat.

Nasrullah memastikan kualitas hotel yang akan digunakan calon jemaah haji Indonesia tahun ini sama dengan tahun lalu. Selain harus ada mushola dan ruang makan untuk keperluan pembinaan jemaah, hotel juga harus mudah diakses oleh bus sholawat serta kendaran pengantar katering.

"Akomodasi yang repeat order rata-rata minta kenaikan harga. Tim sedapat mungkin nego agar sama dengan harga tahun lalu. Kalau pun ada kenaikan, itu tidak lebih dari 1.5% dari harga tahun lalu," jelasnya.

Tim akomodasi sudah berangkat ke Arab Saudi pada 20 Februari 2017 lalu. Beranggotakan 12 orang, tim ini akan bertugas selama 85 hari di Tanah Suci dengan fokus target mendapatkan hotel yang representatif bagi 204 ribu jemaah haji regular.

Selama bertugas di Arab Saudi, tim akomodasi akan bekerja sama dengan tenaga pendukung yang terdiri dari warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi serta Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal RI di Jeddah. Semuanya akan bekerja sesuai dengan Pakta Integritas yang telah ditandatangani bersama.

Selain itu, Nasrullah juga menjelaskan bahwa sesuai pedoman penyediaan, akomodasi haji harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain: hotel harus memiliki akses yang baik untuk transportasi bus shalawat dan akses distribusi katering. Selain itu, hotel juga harus memiliki lobby yang luas, serta ada masjid, restoran, dan fasilitas lainnya. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top