Tokoh Ulama dan Kemenag Aceh Luncurkan Buku 'Ilmu Falak, Antara Fiqih dan Astronomi'

gomuslim.co.id- Sebuah buku berjudul "Ilmu Falak, antara Fiqih dan Astronomi" karya salah seorang Ulama Aceh, Tgk Abdullah Ibrahim, atau yang lebih dikenal dengan Abu Tanjong Bungong diterbitkan oleh penerbit Fajar Pustaka Baru Jogjakarta. Penerbitan buku tersebut mendapat dukungan dari kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah.

Kakanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh mengatakan dengan adanya buku karya Ulama Aceh, mampu membangkitkan semangat kembali untuk memajukan ilmu yang sudah pernah berkembang pada abad ke 18 dan 19 lalu di aceh melalui ulama Aceh Tgk Chik Kuta Karang. "Naskah buku tersebut telah masuk ke Kanwil Kemenag Aceh sejak akhir tahun 2015 untuk proses pengeditan oleh pakar Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra Salma sampai Akhir 2016 dan selesai percetakan pada tahun 2017," ungkap Daud.

Daud menambahkan yang menjadi latar belakang buku tersebut dicetak adalah karena buku-buku fiqih yang berkaitan dengan ilmu falak terutama karangan ulama Dayah Aceh masih sangat sedikit jumlahnya. Dia menjelaskan bahwa Kepala Bidang Urais dan Binsyar, Hamdan telah secara resmi menyerahkan buku tersebut kepada pengarang yang merupakan salah seorang Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Abu Tanjong Bungong. 

Kemudian buku tersebut didistribusikan kepada seluruh Kantor Kemenag Kabupaten Kota, KUA Kecamatan dan Perpustakaan dalam Provinsi Aceh dan tidak dipungut biaya. "Rencananya buku yang berjumlah 162 halaman ini membahas tentang arah kiblat dalam perspektif fiqh dan falak akan didistribusikan ke perpustakaan dan juga KUA di seluruh Aceh secara gratis," tukasnya.

Pihaknya berharap buku tersebut mampu menjawab anggapan istilah ‘kiblat fiqh dan kiblat falak’ oleh sebagian orang, karena antara fiqh dan falak tidak bertentangan satu sama lainnya.

Sedangkan Abu Tanjong Bungong pengarang buku ini berpendapat, bahwa pada kenyataannya fiqh dan falak ini tidak ada perencanaan, bahkan fiqh mendorong lahirnya ilmu falak, Sementara ilmu falak menyosialisasikan konsep fiqh di lapangan. 

Pembahasan Ilmu Falak yang dipelajari dalam Islam adalah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan ibadah, sehingga pada umumnya ilmu falak mempelajari 4 bidang, yakni; Pertama, arah kiblat dan bayangan arah kiblat, Kedua, waktu-waktu sholat, Ketiga, awal bulan hijriyyah, dan Keempat, gerhana matahari dan bulan.

Dengan mempelari ilmu falak atau ilmu hisab, akan dapat memastikan ke arah mana kiblat suatu tempat di permukaan bumi. Selain itu dapat pula  memastikan waktu shalat telah tiba atau matahari sudah terbenam untuk berbuka puasa. Dengan ilmu ini orang yang melakukan rukyatul hilal dapat mengarahkan pandangannya dengan tepat ke posisi hilal, bahkan juga dapat mengetahui akan terjadinya peristiwa gerhana matahari atau gerhana bulan berpuluh bahkan beratus tahun yang akan datang. (nat/kemenag/dbs)


Back to Top