Nissan Ciptakan Inovasi 'Camel Power' untuk Ukur Performa Kendaraan di Daerah Gurun Pasir

gomuslim.co.id- Para insinyur Nissan di Timur Tengah sedang  mengembangkan Camel Power, formula yang diyakini dapat mengukur performa kendaraan di padang gurun yang memiliki kondisi off-road yang khas secara lebih akurat. Inovasi ini akan merevolusi cara mengevaluasi kinerja baik  dari kendaraan di daerah padang gurun.

Nissan menciptakan Camel Power sebagai bentuk upaya memberikan solusi atas beragam diskusi mengenai bagaimana cara mengukur kemampuan off-road kendaraan SUV di pasar yang spesifik, seperti di kawasan Teluk. Tenaga kuda saja tidak cukup untuk mengartikan sebuah kendaraan bisa tampil mumpuni di padang pasir. 

Camel Power dapat diperhitungkan secara ilmiah, seperti tenaga kuda. Sehingga memunculkan harapan akan metode pengukuran yang lebih tepat bagi kendaraan yang berjibaku di padang gurun.

Insinyur dari Unit Camel Power, Joseph Rachid El Hachem mengatakan selama dua tahun terakhir pihaknya telah meneliti berbagai unsur yang membuat kendaraan seperti Nissan Patrol cocok untuk dikendarai di padang gurun.

“Kami menemukan bahwa pada dasarnya terjadi kondisi saling mempengaruhi antara berat kendaraan, kecepatannya ke arah tertentu, dan lintasan yang dilaluinya saat bergerak," ucap El Hachem.

Sedangkan faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi adalah manuver, torsi mesin, dan tentu saja keterampilan mengemudi.  "Jika kita membakukan kecepatan dan lintasan kendaraan dalam lingkungan tertentu, kita bisa mengukur seberapa cepat kendaraan bergerak pada jarak tertentu dan memasukkan faktor beban kendaraan, dan di situlah kita menemukan Camel Power," tukasnya.

Menurutnya, ini adalah sebuah konsep sederhana yang penerapannya relatif mudah untuk menguji kendaraan dalam kondisi yang biasa ditemukan di Jazirah Arab.

Di pihak lain, Managing Director Nissan Timur Tengah, Samir Cherfan menerangkan bahwa inovasi ini terkesan mengejutkan karena formula semacam ini baru dikembangkan sekarang, mengingat banyaknya waktu dan enerji yang dihabiskan oleh komunitas off-road untuk mengklaim maupun membuat kontra-klaim tentang kendaraan yang ideal untuk kondisi seperti padang gurun.

Kemudian Nissan mencoba mengambil inisiatif dan secara konkret mulai mengembangkannya, dengan mengambil fokus awal di pasar kawasan Teluk. “Kami optimis nantinya konsep bisa diterima oleh kalangan luas, baik  komunitas pencinta off-road, maupun pelanggan yang memang membutuhkan kendaraan off-road untuk moda transportasi sehari-hari," tukasnya.

Selain itu, Tim insinyur Nissan bekerjasama dengan ilmuwan metrologi untuk mendapatkan definisi pengukuran yang sahih dalam mengukur daya, sehingga Camel Power nantinya menjadi satuan yang bisa digeneralisasi. Proses ini membutuhkan waktu, tenaga, inspirasi, dan sumber daya yang tidak sedikit dari kalangan jenius di bidang matematika.

Formula perhitungan Camel Power akhirnya diterjemahkan yakni, Camel Power (CP) = velocity (kecepatan benda ke arah tertentu) x weight (berat benda) x sin (trajectory) (lintasan benda yang bergerak dengan tenaga). 

Karya ilmiah beserta rumus hasil kolaborasi itu telah disampaikan Nissan Timur Tengah kepada badan pemerintah terkait, yakni ESMA (Emirates Authority for Standardization and Metrology), dan diterima dengan baik sebagai ide satuan pengukuran baru. ESMA menyetujui dan mendukung proses pengujian lanjutan yang diperlukan untuk membakukan hal ini, mulai dari tahap regional, yang nantinya akan berakhir sebagai pengujian global.

Rencananya Camel Power akan digunakan di gerai dan material promosi untuk menjelaskan kemampuan berbagai model SUV Nissan di Timur Tengah. (nat/antara/dbs)

 


Back to Top